Peneliti Indonesia

Tubuh Dinista, Kanker Datang

Perilaku masyarakat kini yang menggemari makanan serba instan dan praktis, serta makanan yang jauh dari bentuk alaminya, menjadi pemicu kanker pada manusia. makanan semacam itu dipastikan mengandung pewarna atau pengawet.

H ati -Hatilah bila Anda gemar menyantap makanan yang serbainstan dan jauh dari bentuk alaminya. Kanker mengancam Anda.

Global Burden of Disease dan Health Sector review mencatat, terdapat lonjakan drastis perubahan beban penyakit , termasuk kanker. Pada tahun 1990, penyakit menular seperti diare, tuberkulosis, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyebab terbesar kematian, dan kanker menjadi jenis PTM yang melonjak ke urutan ke empat teratas.

World Health Organization (WHO) juga memperkirakan, pada 2030 kanker akan menjadi kasus penyakit infeksi, jika perilaku masyarakat tidak segera berubah. Penyakit ini tidak lagi mengenal kelompk status sosial ekonomi penduduk, karena adanya perubahan gaya hidup tidak sehat dan mengakibatkan bertambahnya faktor risiko PTM, Sudah seharusnya fakta – fakta tersebut membuat kita tersadar dan meninjau kembali pilihan gaya hidup yang selama ini diikuti.

“Setelah apa yang Anda lakukan selama ini, apakah anda puas dengan hasil yang dirasakan pada tubuh? Jika jawabannya tidak, how can yo handle this?” kata dokter Tan pada Peneliti Indonesia di klinik pribadinya di bilangan Serpong, Banten, beberapa Waktu lalu.

Perhatikan pola makan

Doktor Gizi Komunitas ini menjelaskan, banyak masyarakat yang masih gagal paham mengenal pola makan yang benar. pola makan pekerja kasar berbeda dengan pekerja kantoran yang seharian duduk di balik komputer. Masing – masing memiliki pola dan kebutuhan makanan yang berbeda.
“Kuli butuh tenaha lebnih banyak untuk mengangkut. Artinya, isi karbohidratharus yang bisa cepat diolah menjadi gula. Sementara pekerja kantoran yang seharian duduk, justru seblaiknya, “ujarnya mencontohkan.

Pendiri Dr Tan Wellbeing Clinics and Remainlay Special Needs Health itu menyarankan untuk mengonsumsi apa yang dibutuhkan tubuh, dan buka yang disuka. jika yang dibutuhkan adalah sayuran, tetapi Anda malah menyantap banyak makanan yang mengandung gula, makan akan terjadi penumpukan lemak. Dokter Tan menyebut ini sebagai penistaan terhadap tubuh Anda. Jumlah porsi sayur mayur yang disarankan yaitu 300 hingga 500 gram setiap harinya, dan dikonsumsi dalam keadaan segar (mentah) agar enzim yang dibutuhkan tubuh tidak hilang.

Perilaku masyarakat kini yang menggemari makanan serba instan dan praktis, serta makanan yang jauh dari bentuk alaminya, menjadi pemicu kanker pada manusia. makanan semacam itu dipastikan mengandung pewarna atau pengawet.

“Kalau saya makan ayam, ya. harus kelihatan ayamnya. Lalu mengonsumsi makanan bersantan, it’s okay, selama santan berasal dari kelapa asli. Intinya, selalu makan apa yang Tuhan beri, bukan ciptaan industri. Dan Manusia harus mau repot karena Tuhan juga tidak menciptakan kita sebagai praktis.”

Jauhi rokok dan residunya

Dalam sebatang rokok, terdapat 4000 jenis senyawa kimia, dengan tiga komponen utamaseperti nikotin (zat yang menimbukan candu), tar (zat yang menyebabkan kanker), dan karbon monoksida (gas beracun yang menurunkan kandungan oksigen dalam darah). Berbagai penelitian ilmiah membuktikan, rokok merupakan faktor risiko utama dari kanker dan penyakit mematikan lainnya di antaranya jantung, paru kronis dan diabetes mellitus.

Umumnya masyarakat hanya mengetahui dampak konsumsi rokok diderita oleh perokok aktif (first-hand smoker) dan pasif (second-hand semoker). Rupanya di luar itu terdapat kategori lain, bernama third-hand smoke (THS), yakni residu nikotin yang menempel pada area permukaaan bendayang bersinggungan dengan peroko. THS akan masuk ke sistem tubuh melalui berbagai cara, bisa dihirup oleh sistem pernapasan, menyantap makanan yang terpapar THS, hingga dsiserap kulit saat bersentuhan dengan benda yang terkontaminasi THS, seperti pakaian, furnitur, dan kabin mobil.

Jika Anda masuk ke ruangan yang biasa dipakai merokok dan bersentuhan dengan benda di ruangan tersebut, maka Anda akan terpapar oleh residu tersebut. Anda diharuskan mengganti pakaian dan mencuci tangan Anda sebelum menyentuh anggota keluarga (terutama balita) di rumah. Jika tidak, Anda berhasil menularkan residu nikotin ke anggota keluarga Anda (third-hand smoker). Syarat tersebut tentu berlaku lebih berat untuk si perokok, yang diharuskan mencuci rambut, tubh, menggosok gigi, membersihkan muka dan telinga, serta mengganti baju.

Asap beracun lain, yaitu pengaharum ruangan artifisial. Zat-zat berbahaya seperti formalin, petroleum, dan parafin yang terkandung pada pengharum ruangan (terutama semprot). mudah menguap dalam suhu ruang, sehingga jika sering terhirup dan dalam jangka panjang, dapat menyebabkan kanker. Menjamurnya pengharum ruangan semprot di kendaraan umu, lift gedung perkantoran, bahkan di rumah, semkain memperbesar kemungkinan tumbuhnya sel kanker dalam tubuh manusia.

“Tidak perlu bicara soal asp knalpot, saat di dalam ruangan ber-AC pun kita bisa kena kanker, as long as you use that artificial stuff.”

SUMBER 

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Dewi
PENGOREKSI BAHASA : Nayla
DESAIN GAMBAR : Latifah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.