Peneliti Indonesia

Snake Island, Pulau Paling Mematikan di Dunia

Snake Island, Pulau Paling Mematikan di Dunia

Snake Island, Pulau Paling Mematikan di Dunia



M Di lepas pantai Brasil , hampir 93 mil jauhnya dari pusat kota São Paulo, adalah Ilha da Queimada Grande , juga dikenal sebagai   “Pulau Ular.”   Pulau ini tidak tersentuh oleh pengembang manusia, dan untuk alasan yang sangat bagus. Para peneliti memperkirakan bahwa di pulau itu hidup antara satu dan lima ular per meter persegi. Ular hidup pada banyak burung yang bermigrasi (cukup untuk menjaga kepadatan ular sangat tinggi) yang menggunakan pulau sebagai titik istirahat.



Terlarang bagi siapapun untuk mengunjungi pulau ini, kecuali peneliti

Baca juga: Hewan pelari tercepat di dunia

Saking banyaknya ular di pulau ini, pemerintah Brazil telah mengeluarkan larangan bagi siapapun untuk tinggal ataupun mengunjungi pulau ular ini. Hal ini karena ketidakmungkinan manusia dan ribuan ular dapat hidup berdampingan.

Hanya para peneliti yang telah mengantongi izin yang boleh menginjakkan kaki di pulau mematikan ini. Para peneliti ini memasang microchip di dalam tubuh ular-ular tersebut guna mengamati dan mendapatkan informasi terkait yang dibutuhkan.



Pulau dengan populasi ular terbanyak di dunia

Ular-ular yang berada di Snake Island ini diperkirakan ada sekitar 1-5 ekor per meter persegi. Bisa dibayangkan bagaimana banyaknya ular di pulau ini. Ular-ular itu memangsa burung-burung yang singgah di ranting-ranting pohon untuk bertahan hidup.

Golden Lancehead merupakan jenis ular paling mematikan di pulau ini

Bothrops insularis atau yang lebih dikenal dengan Golden lancehead merupakan spesies paling mematikan di pulau ini. Menurut peneliti, ular jenis ini memiliki kekuatan racun 5 kali lebih mematikan dari pada ular-ular lainnya. Tidak seperti ular lainnya yang hanya memangsa burung, Golden lancehead dapat memangsa jenis kadal dan bahkan memangsa sesama ular.

Baca juga: Membaca emosi orang melalui mata

Golden lancehead juga menjadi penyebab 90 persen kematian akibat gigitan ular di Brazil. Jika kamu berhasil bertahan hidup setelah digigit ular ini, kamu besar kemungkinan tidak akan sehat kembali. Itu karena satu gigitannya dapat menyebabkan gagal ginjal, pendarahan otak, pendarahan usus dan nekrosis jaringan otot.

 

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Afif
PENGOREKSI BAHASA : Susi
DESAIN GAMBAR : Farriz

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

  • Kulit Tampak Kusam? Saatnya Melirik Acid Toner! (29,744)
    Bagi sebagian orang toner sangat penting karena membuat wajah menjadi lebih segar.
  • Bahaya Penyakit Myiasis! Belatung Hidup Ditubuh Anda (26,992)
    Penyakit myiasis itu adalah investasi larva lalat yang menyerang jaringan hidup tuannya, baik itu jaringan hidup atau mati.
  • Zat Makanan Yang Diperlukan Tubuh (17,472)
    Makanan yang kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan untuk menjaga kesehatan. Kita memerlukan makanan yang mengandung nutrient dalam jumlah tepat dan seimbang.
  • 8 Cara Mengatasi Telinga Bindeng Paling Ampuh (15,063)
    Campurkan cuka apel dan alkohol isopropil untuk digunakan sebagai obat tetes telinga. Campuran keduanya berguna untuk mengatasi telinga bindeng akibat adanya penumpukan dan pengerasan kotoran di dalam saluran telinga.
  • Tabel Periodik Semua Unsur Kimia (14,762)
    Tabel periodik Mendeleev telah dikembangkan dan dilengkapi dengan penemuan atau sintesis unsur-unsur baru dan pengembangan model teoretis baru untuk menjelaskan perilaku kimia.

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.