Peneliti Indonesia

Sistem Kerja Sel Saraf

Sistem saraf terdiri dari atas otak, saraf tulang belakang, jaringan saraf. Otak dan saraf tulang belakang merupakan system saraf pusat yang menerima informasi dari seluruh bagian tubuh, lalu mengolahnya dan mengirimkan

S istem saraf terdiri dari atas otak, saraf tulang belakang, jaringan saraf. Otak dan saraf tulang belakang merupakan system saraf pusat yang menerima informasi dari seluruh bagian tubuh, lalu mengolahnya dan mengirimkan instruksi kepada bagian-bagian tubuh lainnya.Jaringan saraf yang membawa informasi dari dan menuju system saraf pusat disebut dengan system saraf tepi.

SEL-SEL SARAF
Sistem saraf berisi jutaan sel saraf, yang disebut neuron. Terdapat tiga tipe sel-sel saraf, yaitu: sensorik, asosiasi (intermediet), dan motorik.

Neuron sensorik memiliki ujung saraf yang sensitive, disebut reseptor. Reseptor menganggapi beragam rangsangan, seperti cahaya, panas, bahan kimia, baik di dalam maupun di luar tubuh. Neuron sensorik membawa informasi tentang ransangan dari reseptor ke system saraf pusat.

Neuron asosiasi di dalam otak dan saraf tulang belakang akan menerima dan menafsirkan informasi-informasi dari neuron sensorik. Neuron-neuron tersebut kemudian memberikan memberikan instruksi ke neuron motorik, yang akan membawanya ke bagian tubuh lainnya, seperti otot dan kelenjar, tempat instruksi tersebut akan dilakukan.

BAGIAN-BAGIAN NEURON
Setiap neuron memiliki badan sel, yang berisi inti sel dan benang-benang halus yang disebut benang saraf. Terdapat dua tipe benang saraf. Dendrit membawa informasi ke dalam badan sel dan akson membawa informasi ke luar dari badan sel. Akson dari satu sel saraf akan terhubung dengan dendrit dari sel tetangganya, atau otot, untuk memberikan informasi.

SARAF
Saraf merupakan untaian yang berisi serat-serat saraf. Saraf sensorik hanya berisi serat-serat neuron sensorik, sedangkan saraf motorik, hanya berisi neuron-neuron motorik. Saraf gabungan berisi serat-serat dari kedua tipe saraf tersebut.
Saraf tulang belakang merupakan untaian saraf tebal yang terletak mulai dari otak hingga ke terowongan pada lubang di tulang belakang kita. Rangsangan saraf dari seluruh tubuh akan masuk ke saraf tulang belakang.

RANGSANGAN SARAF
Informasi bekerja di sepanjang neuron dalam sinyal-sinyal listrik yang disebut rangsangan saraf. Ketika rangsangan mencapai pertemuan antara satu neuron dengan neuron yang lain, maka zat kimia, yang disebut neurotransmitter dilepaskan. Jika bahan kimia tersebut terkumpul cukup banyak pada neuron  berikutnya, maka ransanganakan diteruskan.

TIPE-TIPE GERAKAN
Terdapat dua tipe gerakan yang dilakukan oleh tubuh. Gerakan oleh tubuh. Gerakan volunter merupakan gerakan yang dapat dikendalikan oleh otak secara sadar, misalnya mengangkat cangkir. Rangsangan saraf mencapai otak dan dianalisa sebelum diputuskan aksi apa yang akan dilakukan. Gerakan involunter merupakan gerakan-gerakan yang tidak dikendalikan otak secara sadar. Proses pencernaan, pernapasan, dan system peredaran darah merupakan gerakan involunter. Saraf-saraf yang mengendalikan gerakan involunter disebut dengan system saraf otonom.

GERAK REFLEKS
Gerakan refleks merupakan gerakan involunter dan biasanya secara mendadak, seperti menarik lengan dari benda-benda panas. Sebagian besar gerakan refleks diarahkan oleh saraf tulang belakang. Kamu menyadarinya karena rangsangan-rangsangan lain dikirim ke otak untuk menjelaskan apa yang terjadi. Jalur yang diambil oleh rangsangan dalam gerak refleks disebut busur refleks.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Maria
PENGOREKSI BAHASA : Nayla
DESAIN GAMBAR : latifah

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.