Peneliti Indonesia

Bagaimana Serangga Berbicara

Manusia berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal dengan satu sama lain. Kita berbicara, membuat bunyi, memasang ekspresi wajah,memberi isyarat, menyentuh, dan menggunakan bau.Serangga juga melakukan hal serupa.

M anusia berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal dengan satu sama lain. Kita berbicara, membuat bunyi, memasang ekspresi wajah,memberi isyarat, menyentuh, dan menggunakan bau.Serangga juga melakukan hal serupa. Mereka berkomunikasi dengan bunyi, sinyal visual, sentuhan, juga dengan menggunakan indera pembau mereka. Serangga berkomunikasi dengan bunyi, sinyal visual, sentuhan , juga dengan menggunakan indera pembau mereka. Serangga berkomunikasi untuk menemukan pasangan, melarikan diri dari pemangsa, meniru serangga lain, memperingatkan akan bahaya, mengancam makhluk lain, serta menunjukkan arah sumber makanan atau sumber daya lain.

Serangga membuat bunyi dengan menggesekkan bagian-bagian tubuhnya, juga dengan mendesis, menepuk dan menggetarkan sayap atau selaput penghasil bunyi, sinyal visual, sentuhan, juga dengan menggunakan indera pembau mereka.

Serangga berkomunikasi untuk menemukan pasangan, melarikan diri dari pemangsa, meniru serangga lain, memperingatkan akan bahaya, mengancam makhluk lain, serta menunjukkan arah sumber makanan atau sumber daya lain.

Sentuhan merupakan bentuk komunikasi yang sangat penting terutama untuk serangga yang tidak dapat mendengar maupun melihat dengan baik. Contoh, ketika semut dan rayap berlari pada satu garis, mereka menggunakan antenanya untuk menepukkan kaki belakang individu di depannya, seakan berkata “Aku masih berada di belakangmu”.

Serangga berkomunikasi dengan bau menggunakan zat kimia yang disebut feromon. Mereka melepas bau tersebut, sebagai pesan, ke udara. Selain feromon untuk menarik pasangan, serangga menggunakan bau lain untuk menunjukkan jalan ke makanan dan untuk memperingatkan kawan-kawannya ketika bahaya mendekat.

Kupu-kupu raja Afrika jantan menyampaikan ketertarikannya kepada calon pasangan. Pejantan memiliki dua organ seperti sikat yang mencuat di ujung abdomen. Sikat tersebut menyebarkan feromon di udara.

Kunang-kunang “berbicara” satu sama lain menggunakan sinyal cahaya (atas). Pola kelipan dapat menandakan berbagai hal, seperti keinginan mencari pasangan atau mempertahankan wilayah kekuasaan.

Semut berkomunikasi dengan sesamanya melalui sinyal visual, bunyi, sentuhan, dan feromon. Dua ekor semut di sebelah kiri sedang saling ancam untuk menyerang dengan memamerkan rahang kuat.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Adelia
PENGOREKSI BAHASA : Nayla
DESAIN GAMBAR : latifah

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.