Peneliti Indonesia

Seekor Rusa di Nara Park di Jepang Mati dengan Plastik 3,2kg di Perut

Seekor Rusa di Nara Park di Jepang Mati dengan Plastik 3,2kg di Perut

Seekor rusa di Nara Park di Jepang mati dengan plastik 3,2kg di perut



Taman Nara Jepang terkenal dengan populasi rusa, tetapi kematian baru-baru ini menyoroti betapa rentannya hewan terhadap tindakan wisatawan. Asosiasi Kesejahteraan Rusa Nara menemukan rusa yang tampak “sakit-sakitan” berkeliaran di dekat kuil Todaiji di Taman Nara. Meskipun dokter hewan mencoba membuat rusa makan, ia menolak dan mati pada hari berikutnya, Sora News melaporkan.



Seekor rusa di Nara Park di Jepang mati dengan plastik 3,2kg di perut
Seekor rusa di Nara Park di Jepang mati dengan plastik 3,2kg di perut

Otopsi menunjukkan gumpalan besar dari plastik keras seberat 3,2 kg di perut rusa. Rie Maruko, dokter hewan yang bertanggung jawab atas otopsi, mengatakan : “Terkadang, sampah ditemukan di perut rusa yang lemah. Namun, itu tidak biasa untuk melihat jumlah sebesar itu. “

“Rusa itu sudah tua, dan mungkin dia mati karena usia tua. Tapi dia kurus dan bulunya kusam. Tampaknya, dia tidak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup karena perutnya tersumbat oleh kantong plastik, ”tambah Maruko.

Baca Juga: Kebiasaan Sepele yang Ternyata Bisa Merusak Makanan

Rusa termasuk dalam kategori hewan yang disebut ruminansia, yang berarti bahwa makanan pertama memasuki rumen mereka – yang pertama dari empat lambung – di mana ia dipecah.  Kemudian kembali dari perut rusa ke mulutnya dan dikunyah untuk kedua kalinya untuk lebih lanjut memecah makanan untuk pencernaan.



Seekor Rusa di Nara Park di Jepang Mati dengan Plastik 3,2kg di Perut
Seekor Rusa di Nara Park di Jepang Mati dengan Plastik 3,2kg di Perut

Baca Juga: Gajah Prasejarah Raksasa dari Majalengka

Dalam hal ini, akumulasi plastik di perut pertamanya mencegah rusa menelan makanan dan nutrisi baru, yang menyebabkan kematiannya. Mengutip asosiasi kesejahteraan, The Asahi Shimbun melaporkan bahwa rusa betina memiliki berat sekitar 30kg – 10kg di bawah kisaran berat badan yang sehat – ketika ditemukan. Menurut The Asahi Shimbun, yayasan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang kematian rusa dengan bantuan lembaga khusus.

Asosiasi kesejahteraan mengimbau para pengunjung Taman Nara untuk lebih berhati-hati dengan apa yang mereka berikan pada rusa.  Rusa hanya dimaksudkan untuk diberi makan kerupuk senbei, yang dijual oleh penjual di taman.

Baca Juga: Hewan Mungil ini Berbaju Zirah Logam Alumunium

Rusa juga dapat mengkonsumsi sampah yang dibuang ke tanah, sehingga pengunjung harus membawa kotorannya setiap saat. Untuk mengatasi masalah sampah sembarangan, asosiasi kesejahteraan juga menjual tas ramah lingkungan bertema rusa seharga ¥ 1.350 (S $ 17) di toko-toko suvenir di Nara Park yang dapat menampung makanan dan sampah.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Afif
PENGOREKSI BAHASA : Susi
DESAIN GAMBAR : Farriz

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

  • Kulit Tampak Kusam? Saatnya Melirik Acid Toner! (27,467)
    Bagi sebagian orang toner sangat penting karena membuat wajah menjadi lebih segar.
  • Bahaya Penyakit Myiasis! Belatung Hidup Ditubuh Anda (24,236)
    Penyakit myiasis itu adalah investasi larva lalat yang menyerang jaringan hidup tuannya, baik itu jaringan hidup atau mati.
  • Zat Makanan Yang Diperlukan Tubuh (16,317)
    Makanan yang kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan untuk menjaga kesehatan. Kita memerlukan makanan yang mengandung nutrient dalam jumlah tepat dan seimbang.
  • 8 Cara Mengatasi Telinga Bindeng Paling Ampuh (12,951)
    Campurkan cuka apel dan alkohol isopropil untuk digunakan sebagai obat tetes telinga. Campuran keduanya berguna untuk mengatasi telinga bindeng akibat adanya penumpukan dan pengerasan kotoran di dalam saluran telinga.
  • Tabel Periodik Semua Unsur Kimia (11,539)
    Tabel periodik Mendeleev telah dikembangkan dan dilengkapi dengan penemuan atau sintesis unsur-unsur baru dan pengembangan model teoretis baru untuk menjelaskan perilaku kimia.

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.