Peneliti Indonesia

Penis Kelomang Yang Lebih Besar Dapat Mencegah dari Pencurian

Penis Kelomang Yang Lebih Besar Dapat Mencegah dari Pencurian

Penis Kelomang Yang Lebih Besar Dapat Mencegah dari Pencurian



A nggota spesies dengan cangkang yang harus mereka pegang untuk bertahan hidup memiliki tabung seksual yang lebih besar daripada yang memiliki harta pribadi yang kurang berharga. Selama evolusi, ukuran penis telah menjadi pilihan dan persaingan wanita dengan saingan pria. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan hari ini (16 Januari) di Royal Society Open Science, Mark Laidre, seorang ahli biologi di Dartmouth College, memperkenalkan gagasan baru: bahwa penis yang lebih besar membantu hewan menjaga sumber daya yang berharga.



Penis Kelomang Yang Lebih Besar Dapat Mencegah dari Pencurian
Penis Kelomang Yang Lebih Besar Dapat Mencegah dari Pencurian

Siapa sangka kelomang bisa memiliki beberapa penis dengan ukuran yang cukup besar bagi mereka. Penis-penis itu mereka manfaatkan agar cangkang mereka tidak dicuri saat sedang berhubungan seks. Begitulah paparan hasil riset tim peneliti dari Dartmouth College di Amerika Serikat yang telah terbit di jurnal Royal Society Open Science.

Baca juga: Ikan lepu lion fish menaklukan wilayah baru

Kelomang adalah krustasea berkaki sepuluh dari superfamili Paguroidea. Penampakannya cukup mirip dengan kepiting.  Biasanya kelomang hidup di dalam cangkang siput laut yang sudah kosong. Kelomang senang bersembunyi di dalam rumah cangkangnya, namun saat ingin kawin ia harus meninggalkan rumahnya itu.

Hal itu membuat cangkangnya bisa menjadi sasaran empuk pencurian oleh kelomang lainnya.



Hasil riset terbaru

Dalam riset terbaru ini, para peneliti menduga bahwa spesies yang memerlukan cangkang telah berevolusi untuk memiliki penis-penis yang lebih besar dibandingkan dengan spesies-spesies dengan ukuran serupa namun tak memerlukan cangkang.  Hal ini membuat mereka jadi lebih mudah berada di dalam cangkangnya saat melakukan seks, dan menjaganya dari pencuri.

Baca Juga : Kerangka tulang manusia

“Evolusi jadi memiliki penis yang lebih besar terjadi untuk mencegah pencurian properti saat seks,” kata Mark E Laidre, anggota tim riset, kepada iNews.

“Spesies yang memiliki properti berharga dan mudah dicuri memiliki ukuran penis yang secara signifikan jauh lebih besar dibanding spesies yang memiliki properti yang kurang berharga dan sulit dicuri,” tambah dia.

Laidre menjelaskan bahwa penis yang lebih panjang membuat suatu individu, dalam hal ini kelomang, bisa berhubungan seks dengan pasangannya sambil tetap menjaga rumah atau cangkangnya.

 

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Afif
PENGOREKSI BAHASA : Susi
DESAIN GAMBAR : Farriz

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.