Peneliti Indonesia

Mengenal Karakter Sosiopat dan Psikopat

Gangguan sosiopat dan psikopat tidak bisa didiagnosis seperti gangguan kepribadian antisosial, tetapi para peneliti mengatakan bahwa kedua hal tersebut merupakan gangguan kepribadian antisosial dengan beberapa perilaku yang sama

D i bidang kesehatan mental, sosiopat-yang dikenal juga dengan gangguan kepribadian antisosial-adalah sebuah kondisi yang menghambat seseorang ia tidak mampu beradaptasi dengan standar etika dan perilaku yang berlaku dalam komunitasnya.

Seseorang yang mengalami gangguan sosiopat bisa sangat berbahaya, cenderung bertindak kriminal, melakukan ritual pemujaan yang berbahaya, bahkan bisa melukai dirinya sendiri dan orang lain. Ada beberapa tanda untuk mengenali orang yang mengalami gangguan sosiopat, misalnya tidak pernah menunjukkan penyesalan atas kesalahannya, tidak peduli pada hukum, dan sering berbohong.

Memahami Gangguan Sosiopat Ketahuilah bahwa gangguan sosiopat dan psikopat adalah dua hal yang berbeda. Menurut para peneliti dan teoretikus, ada perbedaan antara gangguan sosiopat dan psikopat, meskipun kedua hal ini belum bisa dipahami sepenuhnya. Dalam buku yang berjudul The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Health Disorders V (DSM-5) sebagai buku pegangan yang digunakan oleh ahli kesehatan mental, dijelaskan ciri-ciri gangguan kepribadian antisosial yang ternyata sama dengan ciri-ciri gangguan sosiopat dan psikopat.

Gangguan sosiopat dan psikopat tidak bisa didiagnosis seperti gangguan kepribadian antisosial, tetapi para peneliti mengatakan bahwa kedua hal tersebut merupakan gangguan kepribadian antisosial dengan beberapa perilaku yang sama, di antaranya: Sering tidak peduli pada aturan hukum dan sosial, Tidak bisa menghargai hak-hak orang lain.

Tidak pernah menunjukkan penyesalan atau merasa bersalah,  Kenali indikator utama gangguan sosiopat. Selain adanya tanda-tanda gangguan kepribadian antisosial, seorang sosiopat akan menunjukkan beberapa kebiasaan lainnya. Kebiasaan ini sangat erat kaitannya dengan adanya masalah pada hati nurani seseorang, sedangkan seorang psikopat dianggap kurang memiliki hati nurani. Kebiasaan seorang sosiopat di antaranya: Merasa khawatir atau gugup, tidak tahu aturan, suka menyendiri, tidak mampu bekerja dengan baik atau tidak betah berada di satu tempat terlalu lama, melakukan tindak kriminal secara spontan, tidak sengaja, dan tanpa rencana.

Perbedaan antara psikopat (psychopath) dan sosiopat (sociopath) tidaklah terlalu jelas, setidaknya menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) edisi keempat. DSM-IV memasukkan dua definisi diatas dalam Antisocial Personalities karena keduanya memiliki beberapa ciri umum yang sama. Profesional tidak hanya berbeda pendapat apakah ada perbedaan antara sosiopat dan psikopat, tapi juga mengenai apa saja yang menjadi pembeda diantara keduanya.

Psikopat dan sosiopat sama-sama merupakan individu yang mengabaikan perasaan dan hak orang lain. Gejala ini sudah bisa muncul saat seeorang berusia 15 tahun yang biasanya diiringi dengan perilaku kejam terhadap binatang. Psikopat dan sosiopat tidak mampu merasakan penyesalan atau rasa bersalah. Mereka tampaknya tidak memiliki hati nurani dan hanya mementingkan diri sendiri. Mereka sering mengabaikan aturan, adat istiadat, dan hukum, serta tidak peduli saat tindakannya mungkin membahayakan orang lain.

Perbedaannya, sebagian ahli berpendapat sosiopat merupakan perilaku yang kurang terorganisir. Sosiopat cenderung bertindak secara spontan tanpa memikirkan konsekuensinya. Di sisi lain, psikopat cenderung sangat terorganisir dan manipulatif. Kepribadian luar psikopat seringkali nampak karismatik dan menawan, menyembunyikan sifat sebenarnya.

Meskipun psikopat tidak peduli terhadap orang lain, mereka dapat meniru perilaku yang membuat mereka tampak normal. Itu sebab, orang awam cenderung percaya kepada seorang psikopat daripada sosiopat. Kepribadian yang nampak normal dari psikopat diduga antara lain disebabkan oleh tingkat pendidikan yang lebih baik daripada sosiopat. Dari sudut pandang kriminal, kejahatan seorang sosiopat biasanya tidak terorganisasi dan spontan, sementara kejahatan para psikopat umumnya direncanakan dengan baik. Untuk alasan ini, psikopat lebih sulit diidentifikasi, tidak seperti sosiopat yang meninggalkan banyak jejak atas kejahatannya.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Ghea
PENGOREKSI BAHASA : Tria
DESAIN GAMBAR : Yusuf

 

 

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.