Peneliti Indonesia

Kutu Perusak Kecantikan Wajah

Banyak jenis kutu hidup merugikan di kulit manusia, salah satunya demodex. Kutu jenis ini bisa menyebabkan kulit gatal, kasar, jerawat dan penuaan dini. Meski tidak mematikan tetapi kutu

B anyak jenis kutu hidup merugikan di kulit manusia, salah satunya demodex. Kutu jenis ini bisa menyebabkan kulit gatal, kasar, jerawat dan penuaan dini. Meski tidak mematikan tetapi kutu ini bisa mempengaruhi penampilan seseorang. Demodex ialah sejenis kutu yang hidup sebagai parasit di kulit manusia. Demodex pertama kali ditemukan tahun 1841 akan tetapi hingga sekarang kajian tentang hal itu belum begitu mendalam.

Demodex hidup kira-kira 3 mm dibawah permukaan kulit manusia. Kutu mempunya 4 pasang kaki yang berbentuk sperti cakar untuk bergerak di bawah permukaan kulit. Inilah yang menyebabkan kulit terkadang terserang gatal tanpa sebab yang jelas. Secara umum demodex hidup pada folikel/kantung rambut dan kelenjar minyak dalam tubuh manusia.

Berdasarkan tempat habitatnya itu pula demodex menusia terbagi menjadi 2, yaitu demodexs foliculorum yang berbentuk agak panjang dan demodex brevis yang berbentuk agak lebih kecil. Demodex hidup dengan cara memakan nutrisi dan air yang diperlukan oleh jaringan kulit manusia.

Lebih banyak pada kulit wanita
Setiap kulit manusia pasti ada demodex. Jumlahnya saja yang berbeda untuk masing-masing orang. Hal ini tergantung kebersihan masing-masing orang. Semakin jarang seseorang memperhatikan kesehatan, makin banyak demodex di kulitnya. Hal ini di sebabkan demodex senang dalam lingkungan kotor dan berminyak. Kulit wanita cenderung banyak dihinggapi demodex dibandingkan kulit pria sebab wanita lebih banyak memakai kosmetik yang sangat disenangi demodex.

Faktor usia berpengaruh besar terhadap jumlah demodex dalam kulit. Semakin dewasa seorang maka semakin banyak demodexs dalam kulitnya. Hal ini disebabkan brtambahnya kelenjar minyak dalam tubuh manusia seiring dengan bertambahnya usia. Demodex dapat berpindah tempat dari inang satu ke inang yang lainnya melalui kontak fisik ataupun udara. Kutu ini akan senagt mudah menular dalam anggota keluarga, oleh karena itu sering disebut sebagai parasit keluarga.

Penyebab jerawat
Dalam jumlah kecil kutu ini tidak menimbulkan dampak berarti, tetapi dalam jumlah besar akan menimbulkan kerusakan pada jaringan kulit dan menyebabkan penyakit demodicidosis (penyakit yang disebabkan demodex), misalnya demodetic acne rosacea (jerawat), blepharitis (infeksi kelopak mata), kehilangan bulu mata.dll. Demodex juga menyebabkan kerusakan pada kollagen dan elastin sehingga terjadi penuaan dini. Setelah nutrisi habis, demodex akan menggerogoti pembuluh dermis sehingga membuat kulit kusam. Jika dibiarkan terus menerus kulit lambat laun akan mongering dan menimbulkan kerut.

Jangka waktu hidup demodex adalah 90 hari, setelah itu ia akan mati. Jika demodex yang mati tersebut tidak dibersihkan semakin lama akan menumpuk dan menjadi bangkai. Bangkai-bangkai inilah yang membuat kulit menjadi kasar, kusam dan menurunnya elastisitasnya. Karena kekurangan nutrisi dalam kulit ini pula membuat kulit menjadi berbintik-bintik hitam atau flek. Demodex juga akan menghabisi nutrisi yang dibutuhkan oleh rambut. Dengan demikian rambut akan mengalami penipisan batng rambut dan menjadi kusam. Setelah nutrisi dalam akar rambut habis, ia akan memakan dinding rambut. Lama kelamaan rambut akan mengalami kerontokan.

Jagalah kebersihan kulit
Penyakit yang disebabkan demodex tidak mengakibatkan rasa sakit pada penderita akan tetapi akan menimbulkan rasa rendah diri. Karena bentuk penampilan fisik yang kurang indah dipandang. Meski sangat tidak mungkin untuk menghindar dari terjangkitnya demodex akan tetapi kita bisa mengontrol atau mengurangi jumlah demodex dalam kulit. Salah satu cara yang paling penting adalah menjaga kebersihan secara keseluruhan. Baik kulit atau pun tubuh serta lingkungan sekitar kita.

Usahakan selalu membersihkan kulit terutama wajah dan tangan setelah melakukan aktivitas diluar ruangan. Demodex sangat sensitive terhadap bahan-bahan yang mengandung antiseptic seperti sulfur. Akan tetapi bahan-bahan atiseptik ini tidak bisa menjangkau demodex yang berada di dalam kulit. Ia hanya membasmi demodex yang berada di lapisan kulit luar. Untuk mengurangi demodex dengan baik perlu obat yang dapat membunuh demodex dari dalam yakni antibiotik.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Maria
PENGOREKSI BAHASA : Nayla
DESAIN GAMBAR : latifah

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

  • Kulit Tampak Kusam? Saatnya Melirik Acid Toner! (29,744)
    Bagi sebagian orang toner sangat penting karena membuat wajah menjadi lebih segar.
  • Bahaya Penyakit Myiasis! Belatung Hidup Ditubuh Anda (26,994)
    Penyakit myiasis itu adalah investasi larva lalat yang menyerang jaringan hidup tuannya, baik itu jaringan hidup atau mati.
  • Zat Makanan Yang Diperlukan Tubuh (17,472)
    Makanan yang kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan untuk menjaga kesehatan. Kita memerlukan makanan yang mengandung nutrient dalam jumlah tepat dan seimbang.
  • 8 Cara Mengatasi Telinga Bindeng Paling Ampuh (15,063)
    Campurkan cuka apel dan alkohol isopropil untuk digunakan sebagai obat tetes telinga. Campuran keduanya berguna untuk mengatasi telinga bindeng akibat adanya penumpukan dan pengerasan kotoran di dalam saluran telinga.
  • Tabel Periodik Semua Unsur Kimia (14,762)
    Tabel periodik Mendeleev telah dikembangkan dan dilengkapi dengan penemuan atau sintesis unsur-unsur baru dan pengembangan model teoretis baru untuk menjelaskan perilaku kimia.

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.