Peneliti Indonesia

Gorengan Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Gorengan Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Gorengan Tingkatkan Risiko Kematian Dini



Gorengan Tingkatkan Risiko Kematian Dini



 

G orengan adalah salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Meski begitu, bukan rahasia lagi bahwa gorengan tidak baik untuk tubuh manusia. Kini, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ merinci bagaimana gorengan mempengaruhi kesehatan manusia. “Orang-orang tahu makan gorengan mungkin memiliki hasil kesehatan yang merugikan, tetapi ada sedikit bukti ilmiah untuk menunjukkan apa dampak buruk jangka panjang dari makan gorengan,” ungkap Dr Wei Bao, asisten profesor epidemiologi dari University of Iowa dikutip dari Time.
“Secara umum, kami menemukan bahwa konsumsi gorengan dikaitkan dengan kematian secara keseluruhan,” imbuh co-author penelitian ini.

 

 



Hasil ini didapatkan para peneliti melalui studi longitudinal selama 20 tahun. Mereka mengamati 107.000 perempuan yang lebih tua dari usia 50 hingga 79 tahun. Para peserta diminta mengisi sebuah kuesioner terperinci tentang kebiasaan pola makan pada 1990-an. Kesehatan mereka terus diamati oleh peneliti hingga tahun 2017.
Dalam rentang waktu 27 tahun, lebih dari 31.500 peserta meninggal dunia. Dari pengamatan tersebut, para peneliti menyimpulkan orang yang melaporkan makan setidaknya satu porsi gorengan per hari memiliki risiko 8 persen lebih tinggi mengalami kematian dini. Para penyuka gorengan itu juga memiliki risiko penyakit kardiovaskular 8 persen lebih tinggi. Meski begitu, konsumsi gorengan tampaknya tidak sesuai dengan risiko kematian akibat kanker.

"<yoastmark

Padahal, beberapa penelitian sebelumnya sering menghubungkan konsumsi gorengan dengan kanker. “Kami tahu pola makan penting untuk pencegahan kanker atau penyintas kanker, tetapi tidak semua komponen makanan (tampaknya sama penting),” kata Bao.
Gorengan yang paling berkaitan dengan kematian dini dalam penelitian ini adalah ayam goreng dan ikan goreng dibanding makanan ringan seperti kentang goreng atau keripik.

 

Baca juga: Apakah belatung berbahaya?
Perbedaan ini, menurut Bao, mungkin berhubungan dengan cara makanan itu disiapkan. Misalnya, banyak restoran menggunakan kembali minyak ketika memasak makanan. Menurut Bao, menggunakan kembali minyak bisa meningkatkan produk sampingan berbahaya yang ditransfer ke makanan. Palagi daging cenderung digoreng lebih lama dibanding makanan ringan.
Bao menegaskan bahwa penelitiannya merupakan yang pertama melihat bagaimana segala jenis makanan goreng mempengaruhi risiko kematian dari waktu ke waktu. Meski begitu, Bao menyadari ada pengecuali untuk kasus semacam ini di Spanyol. Dia menyebut, hal ini mungkin karena lebih banyak orang Spanyol menyiapkan makanan mereka di rumah. Selain itu, orang Spanyol menggunakan minyak goreng yang lebih sehat seperti minyak zaitun. Bao menyadari bahwa penelitiannya ini memiliki keterbatasan. Gorengan Tingkatkan Risiko Kematian Dini

 

"<yoastmark

Baca juga: Indonesia di antara negara yang rendah stres di dunia

 

 

Salah satunya hanya mengamati kebiasaan diet atau makan para peserta sekali. Dengan kata lain, ada kemungkinan para peserta mungkin mengubah pola makannya dari waktu ke waktu. Meski demikian, Bao mengatakan bahwa temuan ini kuat dan mungkin berlaku pada populasi selain wanita dan usia yang lebih tua. “Kami tidak memiliki alasan mengapa efeknya mungkin berbeda berdasarkan usia, atau bahkan berdasarkan jenis kelamin,” kata Bao. “Saya menduga hubungan itu mungkin serupa di antara wanita lebih muda atau bahkan di antara pria,” tegasnya.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Afif
PENGOREKSI BAHASA : Susi
DESAIN GAMBAR : Farriz

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

  • Kulit Tampak Kusam? Saatnya Melirik Acid Toner! (27,523)
    Bagi sebagian orang toner sangat penting karena membuat wajah menjadi lebih segar.
  • Bahaya Penyakit Myiasis! Belatung Hidup Ditubuh Anda (24,287)
    Penyakit myiasis itu adalah investasi larva lalat yang menyerang jaringan hidup tuannya, baik itu jaringan hidup atau mati.
  • Zat Makanan Yang Diperlukan Tubuh (16,339)
    Makanan yang kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan untuk menjaga kesehatan. Kita memerlukan makanan yang mengandung nutrient dalam jumlah tepat dan seimbang.
  • 8 Cara Mengatasi Telinga Bindeng Paling Ampuh (12,989)
    Campurkan cuka apel dan alkohol isopropil untuk digunakan sebagai obat tetes telinga. Campuran keduanya berguna untuk mengatasi telinga bindeng akibat adanya penumpukan dan pengerasan kotoran di dalam saluran telinga.
  • Tabel Periodik Semua Unsur Kimia (11,651)
    Tabel periodik Mendeleev telah dikembangkan dan dilengkapi dengan penemuan atau sintesis unsur-unsur baru dan pengembangan model teoretis baru untuk menjelaskan perilaku kimia.

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.