Peneliti Indonesia

Gelombang Panas yang Mendunia

Pembakaran ini menciptakan karbon dioksida, yang terjadi secara alami di atmosfer (binatang mengembuskan karbon dioksida, dan tumbuh-tumbuhan membutuhkannya untuk fotosintesis). Disebut gas rumah kaca, karbon dioksida memerangkap panas di udara.

D ari zaman es yang sangat dingin sampai gelombang panas yang mendunia, iklim Bumi terus mengalami perubahan alami sepanjang sejarahnya yang panjang.

Tapi kira-kira dalam seabad terakhir, suhu meningkat begitu cepat dan secara terus-menerus, hingga para ilmuwan yakin penyebabnya tidaklah alami. Kenapa ini terjadi? Manusia membakar bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas alam) untuk sumber tenaga rumah, mobil, pesawat, dan pabrik.

Pembakaran ini menciptakan karbon dioksida, yang terjadi secara alami di atmosfer (binatang mengembuskan karbon dioksida, dan tumbuh-tumbuhan membutuhkannya untuk fotosintesis). Disebut gas rumah kaca, karbon dioksida memerangkap panas di udara.

Aktivitas manusia menompa begitu banyak karbon dioksida tambahan sehingga kita menyebabkan peningkatan suhu yang sangat cepat di seluruh dunia. Decade 2001-2010 merupakan decade terpanas yang pernah tercatat secara global, loh. Peningkatan panas bumi ini akan mengakibatkan lebih dari sekadar musim panas yang menguras keringat. Melelehnya gletser dan lapisan es di daerah kutub akan menyebabkan permukaan air laut naik dan juga banjir di kota-kota berlokasi rendah serta daerah pantai.

Cuaca ekstrem seperti badai topan dan angin puting beliung akan lebih sering terjadi. Musim kemarau dan kekeringan yang lebih panjang akan melenyapkan hasil panen, dan mengakibatkan kelaparan. Peningkatan suhu dapat menyebabkan kepunahan yang akan merusak keseimbangan alam. Efek samping perubahan iklim akan berkurang hanya jika manusia beralih ke sumber energy alternative (seperti tenaga matahari dan angina), sehingga mengurangi gas rumah kaca yang kita pompa ke atmosfer.

Tahun meteorologi 2010, yang berakhir 30 November lalu adalah tahun terpanas sepanjang 130 tahun terakhir. Kesimpulan itu  dilansir oleh NASA. Badan antariksa Amerika Serikat itu mencatat bahwa rata-rata temperatur global baik di darat ataupun laut mencapai 14,64 derajat Celcius. Dibanding tahun 1951 dan 1980, periode yang umum digunakan oleh ilmuwan sebagai basis perbandingan, tahun 2010 tercatat lebih panas hingga 0,65 derajat Celcius. Suhu tahun  2010 juga sedikit di atas tahun terpanas sebelumnya yakni tahun 2005.

Ketika itu temperatur di seluruh dunia secara rata-rata mencapai 14,53 derajat Celcius. “Faktor pemicu utama peningkatan suhu adalah kawasan Arktik. Pada November, temperatur di kawasan kutub utara itu 10 derajat Celcius di atas normal,” kata James Hansen, klimatolog NASA dan Director Goddard Institute, seperti dikutip dari keterangannya, 12 Desember 2010.

Di bulan itu, kata Hansen, es di lautan kutub utara tidak ada. Padahal umumnya, pada periode November, perairan Arktik adalah gudang bongkahan es. Perairan yang tidak dipenuhi es menyerap lebih banyak radiasi matahari dibanding perairan yang diliputi oleh es. Sebab, kata James, es mampu memantulkan kembali sebagian radiasi ke ruang angkasa.

Sebelumnya pada Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim, yang digelar Desember 2009 lalu, badan cuaca Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Meteorological Organization (WMO) melansir bahwa dekade lalu merupakan masa terpanas sejak 1850, dan tahun 2009 menjadi salah satu dari lima tahun dengan iklim paling panas. “Dekade 2000-2009 kemungkinan besar merupakan dekade yang memecahkan rekor sebagai dekade paling panas, lebih panas dibanding tahun 1990-an, 1980-an, dan dekade lainnya,” kata Michel Jarraud, sekretaris jenderal WMO dalam sebuah konferensi pers.

Tahun 2009 menjadi tahun kelima paling panas, menggantikan tahun 2003. Menurut badan antariksa NASA, urutan tahun terpanas sejak 1850 adalah tahun 2005, 1998, 2007, 2006, dan kemudian tahun 2009. Nah, dari data yang dihimpun NASA diketahui bahwa tahun 2010 suhu rata-rata global jauh lebih panas dibanding tahun-tahun itu.

Sudah Diramalkan
Bencana alam yang terjadi di sejumlah kawasan di seluruh dunia, seperti Pakistan, China, Rusia, Jepang, dan melelehnya es di Arktik sebenarnya sudah diprediksi oleh The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) beberapa tahun lalu.

Pakistan dilanda hujan terus-menerus sehingga banjir, sementara Rusia mengalami cuaca paling panas dalam 1.000 tahun terakhir. Kejadian-kejadian sepanjang Juli sampai Agustus 2010 ini telah diprediksi ilmuwan cuaca. Saat ini para ilmuwan sedang berupaya mencari cara yang paling akurat guna memprediksi cuaca ekstrem ini.  Pada Agustus lalu  para ilmuwan itu menggelar rapat yang disponsori Perserikatan Bangsa-bangsa, Amerika Serikat dan Inggris.

“Tak ada lagi waktu yang boleh terbuang karena rakyat harus disiapkan untuk menghadapi pemanasan global,” kata Peter Scott, klimatolog pemerintah Inggris.
Pada 2007 IPPC telah memprediksi bahwa peningkatan temperatur akan menghasilkan gelombang panas dan hujan yang intens. Dalam laporan yang menghasilkan penghargaan Nobel, IPPC melaporkan bahwa tahun 2007 sebuah peningkatan gelombang panas telah terdeteksi.

Suhu Ekstrim di 2010
Di Rusia, untuk pertama kalinya suhu Moskow mencapai 37,8 derajat Celcius. Panas setinggi itu membakar hutan dan mengeringkan lahan gambut yang lalu mudah terbakar. Rusia dikepung kabut asap beracun. Kematian 700 jiwa per hari.

Sebelumnya, tahun 2007, laporan IPCC memprediksi bahwa bencana kekeringan di Rusia akan meningkat dua kali dan kemungkinan kebakaran selama bertahun-tahun. Rusia juga disebut akan kehilangan hasil pertanian.

Di Pakistan, hujan lebat terus-menerus selama 36 jam membuat sungai Indus di Pakistan meluap. Diperkirakan 14 juta rakyat Pakistan dihantam banjir. Pemerintah Pakistan menyebutnya bencana terburuk dalam sejarah bangsa itu.

Padahal, di tahun 2007, IPPC sudah melaporkan bahwa akan terjadi hujan terlebat selama 40 tahun terakhir di utara Pakistan dan memprediksi banjir dahsyat akan melanda bagian selatan Asia ini.

Di China, negara berpopulasi terbesar di dunia, dilanda banjir yang disebut terburuk selama satu dekade terakhir, terutama di provinsi di barat laut, Gansu. Banjir dan longsor menewaskan 1.117 orang dan melenyapkan 600 orang.

Dalam laporan tahun 2007, IPPC menyatakan hujan meningkat di barat laut China 33 persen dibanding 1961. Banjir di sekujur negeri  itu meningkat tujuh kali dibanding 1950. Dan banjir akan sering terjadi di abad ini.

Selain banjir, China juga dilanda suhu ekstrim pada 5 Juli 2010. Menurut laman harian The Daily Mail, temperatur di Beijing bahkan sudah lebih dari 40 derajat Celcius pada hari itu. Menurut data dari Badan Meteorologi Nasional China (NMC), level itu merupakan yang tertinggi sejak 1951.

Di Jepang, hawa panas yang melanda, setidaknya telah menelan korban jiwa sebanyak 66 orang dan membuat 15 ribu orang harus dirawat di rumah sakit — mereka terserang  penyakit karena suhu udara yang terlalu tinggi.

Wilayah Jepang terpanggang sejak musim hujan berakhir di awal Juli. Menurut badan meteorologi Jepang, seperti dikutip dari laman Straits Times, suhu udara melonjak mencapai 35 derajat Celcius.

Di kawasan Arktik, sebuah bongkahan es seluas 260 kilometer persegi  terlepas dan mengapung di barat laut Greenland. Bongkahan es ini adalah bongkahan terbesar sepanjang sejarah yang memisahkan diri dari Arktik. Es yang mencair itu juga menyebabkan kenaikan permukaan air laut.

Sebagai akibat dari ekspansi cuaca panas ke kawasan kutub, kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia mencapai 3,4 milimeter per dekade. Kenaikan ini mencapai dua kali lipat dibanding angka di abad 20.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Rahayu
PENGOREKSI BAHASA : Nayla
DESAIN GAMBAR : latifah

 

 

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

  • Kulit Tampak Kusam? Saatnya Melirik Acid Toner! (27,466)
    Bagi sebagian orang toner sangat penting karena membuat wajah menjadi lebih segar.
  • Bahaya Penyakit Myiasis! Belatung Hidup Ditubuh Anda (24,234)
    Penyakit myiasis itu adalah investasi larva lalat yang menyerang jaringan hidup tuannya, baik itu jaringan hidup atau mati.
  • Zat Makanan Yang Diperlukan Tubuh (16,317)
    Makanan yang kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan untuk menjaga kesehatan. Kita memerlukan makanan yang mengandung nutrient dalam jumlah tepat dan seimbang.
  • 8 Cara Mengatasi Telinga Bindeng Paling Ampuh (12,949)
    Campurkan cuka apel dan alkohol isopropil untuk digunakan sebagai obat tetes telinga. Campuran keduanya berguna untuk mengatasi telinga bindeng akibat adanya penumpukan dan pengerasan kotoran di dalam saluran telinga.
  • Tabel Periodik Semua Unsur Kimia (11,539)
    Tabel periodik Mendeleev telah dikembangkan dan dilengkapi dengan penemuan atau sintesis unsur-unsur baru dan pengembangan model teoretis baru untuk menjelaskan perilaku kimia.

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.