Peneliti Indonesia

Empat Spesies Pendatang Tak Terhadang

Pemerintah Australia mengimpor 3.000 kodok tebu ke Queensland pada 1935 untuk mengendalikan serangga yang memakan hasil panen tebu. Ternyata, kodok-kodok itu justru memakan semuanya kecuali hama.

S pesies pendatang biasanya dapat membawa bencana bagi habitat baru mereka, dimana mereka tak punya pemangsa alami dan dapat merusak keseimbangan
Alam.

Spesies pendatang yang terkenal di antaranya:

Kudzu
Habitat semestinya: Asia; Habitat tidak semestinya: Amerika Serikat bagian selatan.
Apa bahayanya? Diimpor demi pengikisan tanah pada 1930-an, tanaman merambat berwarna hijau cerah ini tumbuh cepat di luar kendali selama musim kemarau yang panas dan musim dingin yang sejuk di selatan Amerika. Tanpa pemangsa alami, tumbuhan kudzu merambati kabel listrik, bangunan, dan pepohonan, sehingga mendapat reputasi sebagai “tumbuhan merambat yang memakan Selatan”.

Ular Sanca Bodo
Habitat semestinya: Asia Selatan dan Asia Tenggara; Habitat tidak semestinya: rawa-rawa di Florida, Amerika Serikat.
Apa bahayanya? Ular eksotis ini popular sebagai hewan peliharaan pada 1990-an sampai ketika para pemilik sadar kalau peliharaan mereka tumbuh sepanjang 6 m. salah satu dari lima ular terbesar di dunia, sanca bodo dilepaskan kea lam yang sepenuhnya tidak siap untuk memenuhi nafsu makan mereka yang besar. Ular ini terus hidup di area Everglades, Negara bagian Florida, di mana mereka memangsa mamalia yang terancam punah dan bahkan alligator yang sesekali muncul.

Kodok Tebu
Habitat semestinya: Amerika Serikat bagian selatan; Habitat tidak semestinya: Asia bagian timur laut.
Apa bahayanya? Pemerintah Australia mengimpor 3.000 kodok tebu ke Queensland pada 1935 untuk mengendalikan serangga yang memakan hasil panen tebu. Ternyata, kodok-kodok itu justru memakan semuanya kecuali hama. Katak tebu melahap apa saja yang bisa mereka terkam dengan lidahnya dan mereka masukkan ke dalam mulut mereka yang besar.

Lebih parahnya lagi, kodok tebu bisa mengeluarkan toksin dari kelenjar tulang bahu mereka. Toksin tersebut dapat membunuh hewan pemangsa mana pun, termasuk buaya yang melahap kodok.

Ikan Gabus
Habitat semestinya: Asia bagian timur; Habitat tidak semestinya: telaga, danau, dan sungai di California, Florida, dan Pesisir Atlantik dari Amerika Serikat.
Apa bahayanya? Diimpor ke Amerika Serikat sebagai ikan peliharaan akuarium dan makanan di pasar ikan, ikan gabus yang mengerikan berubah menjadi terror di sungai dan danau di mana mereka tanpa sengaja terlepas. Seperti versi air tawa ikan lepu, ikan gabus berkembang biak dengan cepat, memiliki nafsu makan yang besar, dan tak punya pemangsa. Ikan itu melahap ikan penghuni asli dan bahkan diketahui pernah mengigit manusia. Dengan gigi bak hiu, kepala bak ular, nafsu makan yang yang besar, dan kemampuan untuk berjalan di daratan, monster ini mendapat julukan “Frankenfish”.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Raka
PENGOREKSI BAHASA : Dodi
DESAIN GAMBAR : Pranaja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.