Peneliti Indonesia

Cara Kerja Cairan

Cairan memiliki volume yang tetap, tetapi mengalir dan berubah bentuk sesuai dengan wadahnya. Partikel-partikel di dalam cairan cenderung berdekatan, tetapi memiliki lebih banyak energy dibandingkan partikel dalam benda

C airan memiliki volume yang tetap, tetapi mengalir dan berubah bentuk sesuai dengan wadahnya. Partikel-partikel di dalam cairan cenderung berdekatan, tetapi memiliki lebih banyak energy dibandingkan partikel dalam benda padat sehingga partikel-partikel tersebut dapat bergerak bebas.
PENGUAPAN
Sebagai molekul pada permukaan cairan memiliki lebih banyak energy daripada molekul lainnya sehingga molekul tersebut dapat melepaskandiri atau menguap ke udara. Cairan selalu menguap, walaupun tidak dipanaskan.

LAJU PENGUAPAN
Semakin tinggi tergantung dari beberapa factor berikut, yaitu:

– Peningkatan suhu

– Penurunan tekanan. Misalnya, di puncak Gunung Everest, air menguap lebih cepat karena tekanan udara di sana lebih rendah dibandingkan tekanan udara pada permukaan laut.
– Berpindahnya uap karena aliran udara. Oleh karena itu, menjemur pakaian ketika itu, berangin akan lebih cepat kering dibandingkan ketika cuaca tanpa angin.

– Peningkatan luas permukanaan. Misalnya, air yang tumpah akan lebih cepat menguap atau mengering dibandingkan air di dalam gelas.

MENDINGIN
Ketika cairan menguap, suhu akan menurun karena energy molekul-molekulnya rata-rata telah berkurang.

TEKANAN PERMUKAAN
Molekul-molekul dalam cairan saling tarik menarik dengan molekul di sekitarnya. Tetapi, yang berada dipermukaan cairan tidak mengalami tarikan ke atas karena tidak ada molekul cairan lagi di atasnya. Molekul-molekul pada permukaan lebih tertarik dengan molekul-molekul cairan lainnya disbanding yang ada di udara.

Tarik-menarik ke samping dan bawah pada permukaan, menciptakan sebuah gaya yang dikenal dengan tekanan permukaan. Gaya tersebut menyebabkan cairan terlihat seperti memiliki “kulit pelapis”. Molekul-molekul pada permukaan saling tarik-menarik, ditambah dengan tarikan dari molekul di bawahnya. Gaya tarik tersebut mengahsilkan tekanan permukaan.
Air membentuk butiran karena tekanan permukaan menarik molekul air dari segala arah sampai molekul-molekul tersebut menempel bersama. Tetesan air di dedaunan terbentuk karena tekanan permukaan menarik molekul-molekul air hujan untuk tetap menempel bersama.

KULIT YANG ELASTIS
Hasil dari tekanan permukaan, permukaan cairan terlihat seperti kulit yang elastic dan cukup kuat untuk menopang benda-benda yang sangat ringan, seperti debu hingga serangga. Anggang-anggang dapat berjalan pada permukaan air karena berat tubuh mereka tidak cukup untuk memecahkan tekanan permukaan yang berbentuk seperti kulit.

KOHESI
Terjadi ketika molekul dari satu zat lebih tertarik dengan molekul sejenis dibandingkan dengan zat lain yang bersentuhan dengannya. Salah satu contoh kohesi adalah tekanan permukaan. Molekul-molekul permukaan air berupaya untuk tetap berkumpul bersama, tidak menyebar ke udara di atasnya.

ADHESI
Ketika molekul caira lebih tertarik dengan zat lain yang bersentuhan dengannya dibandingkan dengan molekul sejenis, maka terjadilah adhesi. Cairan akan dapat melakukan adhesi zat lain. Air dapat melakukan adhesi ketika menyentuh tepian gas.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Maria
PENGOREKSI BAHASA : Nayla
DESAIN GAMBAR : latifah

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

  • Kulit Tampak Kusam? Saatnya Melirik Acid Toner! (30,164)
    Bagi sebagian orang toner sangat penting karena membuat wajah menjadi lebih segar.
  • Bahaya Penyakit Myiasis! Belatung Hidup Ditubuh Anda (27,723)
    Penyakit myiasis itu adalah investasi larva lalat yang menyerang jaringan hidup tuannya, baik itu jaringan hidup atau mati.
  • Zat Makanan Yang Diperlukan Tubuh (17,694)
    Makanan yang kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan untuk menjaga kesehatan. Kita memerlukan makanan yang mengandung nutrient dalam jumlah tepat dan seimbang.
  • 8 Cara Mengatasi Telinga Bindeng Paling Ampuh (15,651)
    Campurkan cuka apel dan alkohol isopropil untuk digunakan sebagai obat tetes telinga. Campuran keduanya berguna untuk mengatasi telinga bindeng akibat adanya penumpukan dan pengerasan kotoran di dalam saluran telinga.
  • Tabel Periodik Semua Unsur Kimia (15,183)
    Tabel periodik Mendeleev telah dikembangkan dan dilengkapi dengan penemuan atau sintesis unsur-unsur baru dan pengembangan model teoretis baru untuk menjelaskan perilaku kimia.

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.