Peneliti Indonesia

Bakteri ditemukan di toilet stasiun ruang angkasa

Bakteri resisten antibiotik ditemukan di toilet stasiun ruang angkasa

Bakteri ditemukan di toilet stasiun ruang angkasa



Bakteri ditemukan di toilet stasiun ruang angkasa



 

Bakteri ditemukan di toilet stasiun ruang angkasa
Bakteri di luar angkasa

K e mana pun manusia pergi, sahabat bakteri kita akan mengikuti. Itu sama benarnya di ruang angkasa seperti di Bumi, dan sementara kita tahu bahwa astronot mikroba hadir di Stasiun Luar Angkasa Internasional, satu kelompok peneliti baru saja menemukan alasan baru untuk khawatir tentang mereka.

Analisis genomik sampel yang dikumpulkan dari toilet luar angkasa di stasiun, antara lain, telah mengungkapkan bahwa beberapa bakteri pada ISS memiliki gen yang memberikan resistensi terhadap antibiotik. Tidak ada bahaya bagi para astronot saat ini, kata para peneliti, dari Jet Propulsion Laboratory NASA, tetapi itu adalah pengingat bahwa bakteri dapat menjadi ancaman di lingkungan terbatas stasiun ruang angkasa.

 



 

Baca juga: Ayam lebih banyak dari manusia

Dalam studi baru ini, para peneliti mengkarakterisasi genom spesies ini secara rinci dan membandingkan genom mereka dengan genom 1.291 strain Enterobacter dari Bumi. Dan, dengan mempelajari susunan genetik bakteri, mereka dapat melihat bahwa bakteri tersebut kemungkinan akan resisten terhadap obat-obatan antibakteri.

Bahaya mikroba

Nitin Singh, penulis pertama studi ini, menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa jenis-jenis ini tidak ganas, yang berarti mereka tidak menimbulkan ancaman aktif atau langsung bagi para astronot. Tetapi, Singh menambahkan, salah satu strain yang ditemukan, Enterobacter bugandensis adalah patogen oportunistik, yang berarti berpotensi menyebabkan penyakit. Sebuah analisis komputer terhadap spesies tersebut menemukan bahwa spesies itu memang memiliki risiko signifikan yang dapat menyebabkan kerusakan pada manusia di masa depan. Pekerjaan itu adalah bagian dari upaya untuk lebih memahami bagaimana astronot mikroba masa depan akan mempengaruhi kehidupan manusia di luar angkasa.

 

 

“Memahami bagaimana kehidupan mikroba tumbuh di lingkungan tertutup seperti ISS akan membantu kita lebih siap untuk masalah kesehatan yang datang dengan perjalanan ruang angkasa,” kata Singh dalam email. “ISS menawarkan kepada kita kesempatan langsung untuk mempelajari aspek yang sering terabaikan dari perjalanan ruang angkasa: bagaimana microbiome dan sistem pendukung kehidupan pesawat ruang angkasa berinteraksi,” kata Singh

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Afif
PENGOREKSI BAHASA : Susi
DESAIN GAMBAR : Farriz

Tambahkan komentar

  • […] Baca Juga : Bakteri ditemukan di toilet stasiun ruang angkasa […]

Most Viewed Posts

  • Kulit Tampak Kusam? Saatnya Melirik Acid Toner! (29,795)
    Bagi sebagian orang toner sangat penting karena membuat wajah menjadi lebih segar.
  • Bahaya Penyakit Myiasis! Belatung Hidup Ditubuh Anda (27,059)
    Penyakit myiasis itu adalah investasi larva lalat yang menyerang jaringan hidup tuannya, baik itu jaringan hidup atau mati.
  • Zat Makanan Yang Diperlukan Tubuh (17,492)
    Makanan yang kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan untuk menjaga kesehatan. Kita memerlukan makanan yang mengandung nutrient dalam jumlah tepat dan seimbang.
  • 8 Cara Mengatasi Telinga Bindeng Paling Ampuh (15,133)
    Campurkan cuka apel dan alkohol isopropil untuk digunakan sebagai obat tetes telinga. Campuran keduanya berguna untuk mengatasi telinga bindeng akibat adanya penumpukan dan pengerasan kotoran di dalam saluran telinga.
  • Tabel Periodik Semua Unsur Kimia (14,790)
    Tabel periodik Mendeleev telah dikembangkan dan dilengkapi dengan penemuan atau sintesis unsur-unsur baru dan pengembangan model teoretis baru untuk menjelaskan perilaku kimia.

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.