Peneliti Indonesia

Bahaya Dan Efek Samping Rokok Elektronik

Merokok adalah salah satu kebiasan buruk yang sulit ditinggalkan bagi orang-orang yang sudah mengalami kecanduan yang luar biasa terhadap pembunuh nomor satu tersebut. Hal itu membuat para pakar kesehatan berpikir bagaimana

M erokok adalah salah satu kebiasan buruk yang sulit ditinggalkan bagi orang-orang yang sudah mengalami kecanduan yang luar biasa terhadap pembunuh nomor satu tersebut. Hal itu membuat para pakar kesehatan berpikir bagaimana bisa mengatasi agar masyarakat bisa mau mengurangi atau kalau bisa meninggalkan dan tidak merokok lagi.

Baru-baru ini telah dikeluarkan produk berupa rokok elektrik. Banyak yang menganggap dengan adanya produk rokok elektrik bisa mengurangi akan dampak dan bahaya dari merokok tersebut. Namun pada kenyataannya rokok elektrik belum sepenuhnya aman untuk kesehatan tubuh kita. Meskipun pernyataan yang dikeluarkan oleh presiden perusahaan pembuat rokok elektrik InLife, Craig Youngblood mengatakan bahwa rokok elektrik lebih aman dibanding tembakau, selain itu juga rokok elektrik bebas dari polusi dan tidak berbau karena mengeluarkan uap bukan asap.

Bagaimana pendapat para ahli kesehatan di Jepang? Menurutnya, didalam rokok elektrik terdapat zat berbahaya yaitu berupa kandungan formalin dan aseltadehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok, justru lebih berbahaya dibanding rokok biasa pada umumnya. Kemudian ditemukan juga karsinogen dalam uap yang dihembuskan saat usai mengisap rokok yang disebut vape. Tingkat karsinogen dalam rokok elektrik lebih tinggi bahkan mencapai 10 kali lipat dibanding satu rokok biasa. Begitu pula kandungan aseltadehida yang juga memiliki tingkatan lebih tinggi.

Kepala medis di American Lung Association, Norman Edelman mengatakan produk rokok elektrik belum dikatakan aman sepenuhnya, karena efek jangka panjang rokok elektrik belum diuji secara klinis. Badan instansi internasional WHO juga mengeluarkan laporan berisi anjuran, supaya tidak menggunakan rokok elektrik didalam ruangan karena dapat mengeluarkan racun berbahaya seperti rokok biasa. Meskipun yang dikeluarkan bukanlah asap, namun uap dari rokok elektrik mengandung zat kimia berbahaya. Selain itu juga WHO menganjurkan agar rokok elektrik ini tidak diperjual belikan kesembarang orang terutama yang dibawah usia 18 tahun.

Begitu pula dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan peringatan akan bahaya rokok elektrik. Menurut BPOM, rokok elektrik mengandung nikotin cair dan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, dan gliserin. Jika semua bahan itu dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine dan senyawa tersebut dapat menyebabkan kanker.

Inilah Kandungan Rokok Elektrik

Rokok Elektrik merupakan semacam alat penguap bertenaga baterai sehingga menimbulkan sensasi serasa mengisap rokok tembakau.
Adapun isi dari tabung rokok elektrik tersebut berupa larutan cair yang dapat diisi ulang. Dan larutan tersebut mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin, dan perasa. Ketika larutan itu dipanaskan, akan muncul uap kayak seperti asap. Sementara untuk perasa bermacam-macam, ada karamel, buah-buahan, menthol, kopi, atau coklat.

Jadi, kandungan pada rokok elektrik terdiri dari nikotin fungsinya sebagai obat perangsang yang memberikan efek candu, kemudian propilen glikol berupa cairan senyawa organik yang memiliki rasamanis, tidak berbau dan juga tidak berwarna. Dan yang terakhir adalah gliserin berupa cairan kental yang berfungsi sebagai pengantar rasa dan nikotin pada pengguna rokok elektrik.

Efek Samping Rokok Elektrik

FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat sudah merilis data dari 18 penelitian mengenai rokok jenis ini. Nikotin cair sintesis yang terkandung di dalamnya ternyata bisa membuat paru-paru teriritasi. Saat rokok diisap, cairan ini akan berubah menjadi carbonyl yang mengakibatkan kanker. Kini, rokok elektrik juga memiliki pengatur suhu sehingga bisa mengatur kadar nikotin. Akan tetapi, semakin tinggi pengaturan suhu, maka semakin banyak pula carbonyl yang diproduksi. Selain itu, jumlah formaldehida akan menyamai rokok biasa. Padahal formaldehida bisa membahayakan paru-paru. Asap buatan pada rokok ini juga akan menimbulkan aerosol yang sangat berisiko bagi kesehatan paru-paru.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Maudy
PENGOREKSI BAHASA : Gilang
DESAIN GAMBAR : Fadli

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.