Peneliti Indonesia

Asal Mula Terjadinya Tsunami

Asal Mula Terjadinya Tsunami

Asal Mula Terjadinya Tsunami



Asal Mula Terjadinya Tsunami



 

G elombang tsunami berasal dengan terjadinya gerakan vertikal yang kuat yang menyebabkan kolom air jatuh atau naik tiba-tiba, sebanding dengan gelombang yang terbentuk ketika sebuah tangan jatuh ke dalam air. Tsunami paling sering dipicu oleh gempa bumi yang dihasilkan dari gerakan lempeng benua. Jika lempeng benua hanya bergeser secara horizontal terhadap satu sama lain tanpa ada yang mendorong di atas yang lain, bagaimanapun, kolom air di atasnya tidak menerima dorongan vertikal yang kuat yang diperlukan untuk menciptakan gelombang seperti itu. Tetapi jika lempeng naik atau turun relatif terhadap satu sama lain, permukaan air dengan demikian diangkat atau diturunkan, sehingga menghasilkan tsunami. Jenis-jenis gerakan ini paling sering terjadi di sekitar zona subduksi, di mana satu lempeng benua disisipkan di bawah yang lain.

Baca Juga : Apa Bedanya Berbisa dan Beracun?

Pembentukan tsunami, oleh karena itu, tidak tergantung pada intensitas gempa bumi. Ada gempa bumi yang diukur dengan kekuatan 8 atau 9 yang tidak memicu tsunami. Sebaliknya, gempa bumi yang relatif lemah telah diketahui menghasilkan tsunami besar.



kedalaman air 5000 meter dapat mencapai kecepatan hingga 800 kilometer per jam
kedalaman air 5000 meter dapat mencapai kecepatan hingga 800 kilometer per jam

Model komputer canggih sekarang sedang diterapkan dalam upaya untuk lebih memahami karakteristik khusus dari gempa bumi yang sangat relevan dengan perkembangan tsunami.
Tidak seperti gelombang di permukaan air, yang dihasilkan oleh angin, gelombang tsunami melibatkan gerakan melalui seluruh kolom air terus menerus dari tempat asalnya. Pada kedalaman yang sangat besar ia dapat merambat tanpa hambatan, dan pada kedalaman air 5000 meter dapat mencapai kecepatan hingga 800 kilometer per jam. Karakter propagasinya dapat dijelaskan dengan keyakinan menggunakan model gelombang fisik-fisik.
Namun ketika ombak bertemu dengan landaian kontinen atau pantai, kemajuannya melambat, menyebabkannya naik secara vertikal. Bagaimana tsunami berkembang dari titik ini tergantung pada bentuk pantai, dan jauh lebih sulit untuk menggambarkan secara matematis. Oleh karena itu hampir tidak mungkin untuk secara akurat memprediksi tinggi gelombang ketika menyerang tanah.
Sebelum tsunami menerjang pantai, air di sana awalnya mundur. Urutan mundur air dan surut ini juga dapat diamati dalam gerakan gelombang normal di pantai, di mana gerakan ini, tentu saja, secara signifikan lebih kecil.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Afif
PENGOREKSI BAHASA : Susi
DESAIN GAMBAR : Farriz

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.