Peneliti Indonesia

Apakah Jeroan Sehat Untuk Dimakan?

Apakah Jeroan Sehat Untuk Dimakan?

Apakah Jeroan Sehat Untuk Dimakan?

 





Bagi yang doyan jeroan, menikmati menu sederhana seperti sate usus, ati, ampela, hingga babat bakal bikin momen makan bubur, nasi uduk, atau bakmi jadi lebih spesial.

Tapi, tahukah kamu kalau terlalu banyak mengonsumsi jeroan sangat tidak baik bagi kesehatan? Apa saja yang disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi jeroan?

Kolesterol Tinggi

Kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi pada jeroan sangat penyakit yang berbahaya, seperti jantung koroner, obesitas, darah tinggi, dan penyebab stroke hemoragik.

Apakah Jeroan Sehat Untuk Dimakan?
Apakah Jeroan Sehat Untuk Dimakan?

Menyebabkan Jerawat
Jeroan biasanya dimasak dengan santan yang membuatnya mengandung banyak lemak. Banyaknya kandungan lemak dapat menimbulkan jerawat pada wajah. Nggak cuma itu, jeroan juga dapat menyebabkan kulit wajah menjadi gelap, kering, hingga berkeriput.



Baca Juga: Seperti Narkoba Makanan Juga Bikin Kecanduan

Gangguan Pencernaan
Usus merupakan salah satu dari jenis jeroan yang paling banyak digemari. Tapi sebaiknya kamu mesti waspada, karena usus memiliki tekstur yang keras dan sulit untuk di cerna. Selain itu, jika terlalu banyak mengonsumsi usus yang kurang bersih juga dapat menyebabkan nyeri perut di bagian bawah.

Apakah Jeroan Sehat Untuk Dimakan?
Apakah Jeroan Sehat Untuk Dimakan?

Baca Juga: Apa itu lidah berbulu hitam?

Banyak Kandungan Racun
Beberapa jenis jeroan seperti hati dan ginjal hewan memang rasanya begitu menggoda ketika sudah diolah. Namun yang perlu diketahui, bagian tersebut banyak mengandung racun. Di dalam hati banyak mengendap seperti zat merkuri, timah, arsenik, kromium, kadmium, selenium dan sebagainya yang sangat berbahaya buat kesehatan.

Baca Juga: Akibat Kebanyakan Minum Air Putih

Menyebabkan Asam Urat
Penyakit lain yang biasanya disebabkan oleh jeroan, yaitu asam urat. Ini dikarenakan kandungan purin yang tinggi dalam jeroan dapat menyebabkan gejala asam urat.

Apakah Jeroan Sehat Untuk Dimakan?
Apakah Jeroan Sehat Untuk Dimakan?

Menyebabkan infeksi parasit

Di dalam organ hewan juga terdapat berbagai parasit yang masuk melalui makanan selama hewan itu hidup. Tidak ada yang tahu bagaimana hewan tersebut makan. Tidak ada yang tahu juga apakah seekor hewan benar-benar terbebas dari parasit. Mengonsumsi jeroan akan meningkatkan risiko terkena infeksi yang diakibatkan oleh parasit di dalamnya.

Baca Juga: 5 Racun Paling Mematikan di Dunia

Gangguan pertumbuhan janin

Ibu hamil sangat tidak dianjurkan mengonsumsi jeroan. Zat-zat pada jeroan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan. Tidak hanya itu, beberapa penelitian menyatakan bahwa konsumsi jeroan oleh ibu hamil dapat menyebabkan alergi. Nutrisi yang diperlukan selama proses kehamilan dapat dicukupi dengan makanan lain selain jeroan.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Afif
PENGOREKSI BAHASA : Susi
DESAIN GAMBAR : Farriz

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

  • Kulit Tampak Kusam? Saatnya Melirik Acid Toner! (25,196)
    Bagi sebagian orang toner sangat penting karena membuat wajah menjadi lebih segar.
  • Bahaya Penyakit Myiasis! Belatung Hidup Ditubuh Anda (22,091)
    Penyakit myiasis itu adalah investasi larva lalat yang menyerang jaringan hidup tuannya, baik itu jaringan hidup atau mati.
  • Zat Makanan Yang Diperlukan Tubuh (15,475)
    Makanan yang kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan untuk menjaga kesehatan. Kita memerlukan makanan yang mengandung nutrient dalam jumlah tepat dan seimbang.
  • 8 Cara Mengatasi Telinga Bindeng Paling Ampuh (11,463)
    Campurkan cuka apel dan alkohol isopropil untuk digunakan sebagai obat tetes telinga. Campuran keduanya berguna untuk mengatasi telinga bindeng akibat adanya penumpukan dan pengerasan kotoran di dalam saluran telinga.
  • Tabel Periodik Semua Unsur Kimia (9,557)
    Tabel periodik Mendeleev telah dikembangkan dan dilengkapi dengan penemuan atau sintesis unsur-unsur baru dan pengembangan model teoretis baru untuk menjelaskan perilaku kimia.