Peneliti Indonesia

Apa yang menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan?

Apa yang menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan?

Apa yang menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan?



Apa yang menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan?



 

K encing yang menyakitkan adalah istilah luas yang menggambarkan ketidaknyamanan selama buang air kecil. Nyeri ini dapat berasal dari kandung kemih, uretra, atau perineum. Uretra adalah tabung yang membawa urin ke luar tubuh Anda. Pada pria, area antara skrotum dan anus dikenal sebagai perineum. Pada wanita, perineum adalah area antara anus dan pembukaan vagina.

Baca juga: Kehidupan dan cinta Albert Einstein

Buang air kecil yang menyakitkan sangat umum. Rasa sakit, terbakar, atau menyengat dapat mengindikasikan sejumlah kondisi medis.




Apa yang menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan/Anyang-Anyangan?

Kencing yang menyakitkan adalah tanda umum infeksi saluran kemih (ISK). ISK dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Bisa juga karena radang saluran kemih. Uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal membentuk saluran kemih Anda. Ureter adalah tabung yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih. Peradangan di salah satu organ ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil.

Baca juga: Terapi obat untuk gangguan penggunaan alkohol

Menurut Mayo Clinic, wanita lebih mungkin terkena infeksi saluran kemih daripada pria. Ini karena uretra lebih pendek pada wanita daripada pada pria. Uretra yang lebih pendek berarti bakteri memiliki jarak yang lebih pendek untuk melakukan perjalanan untuk mencapai kandung kemih. Wanita yang sedang hamil atau menopause juga memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kemih.

Apa yang menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan?
Apa yang menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan?

 

Kondisi medis lainnya dapat menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan pada pria dan wanita.

Pria mungkin mengalami buang air kecil yang menyakitkan karena prostatitis. Kondisi ini adalah radang kelenjar prostat. Ini adalah penyebab utama rasa panas yang terbakar, menyengat, dan tidak nyaman.Anda juga mungkin mengalami rasa sakit saat buang air kecil jika Anda memiliki infeksi menular seksual (IMS). Beberapa IMS yang dapat menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan termasuk herpes genital, gonore, dan klamidia. Penting untuk diskrining untuk infeksi ini, terutama karena mereka tidak selalu memiliki gejala. Praktik seksual tertentu akan menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi untuk IMS, seperti berhubungan seks tanpa kondom, atau berhubungan seks dengan banyak pasangan. Siapa pun yang aktif secara seksual harus dites untuk IMS.

Penyebab lain dari buang air kecil yang menyakitkan adalah sistitis, atau radang selaput kandung kemih. Interstitial cystitis (IC) juga dikenal sebagai sindrom kandung kemih yang menyakitkan. Ini adalah jenis sistitis yang paling umum.

  • Muncul batu pada kandung kemih. Berupa gumpalan mineral keras yang ada di kandung kemih. Biasanya terbentuk karena tidak buang air kecil secara tuntas sehingga urin menggumpal dan membentuk kristal mineral.
  • Trauma. Terjadi karena cedera atau iritasi setelah pemasangan kateter urin maupun kontak seksual.
  • Obstruksi anatomik. Misalnya karena pembesaran prostat atau penyempitan saluran kencing (striktur uretra).
  • Tumbuh jaringan yang tidak normal di area organ intim. Itu yang membuat nyeri ketika urin menyentuh jaringan abnormal.
  • Adanya iritasi di organ intim. Risiko anyang-anyangan pada wanita akan semakin besar jika Anda sering melakukan douching vagina, yakni mencuci vagina dengan menyemprotkan suatu larutan khusus ke dalam saluran vagina, menggunakan alat khusus yang telah dilengkapi dengan kantong dan selang.
  • Faktor hormonal. Efek dari pasca-menopause dan menopause yang membuat vagina terasa kering.
  • Kondisi neurologis. Ketika sulit mengosongkan kandung kemih.
  • Kanker. Menyerang uretra, kandung kemih, prostat, vagina, vulva, maupun penis.
  • Penggunaan sabun, parfum, ataupun produk perawatan organ intim lainnya.
  • Peradangan pada vagina. Disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, atau virus lainnya, yang akan menyebabkan gatal, perih, serta infeksi.

Bagaimana cara mengatasi anyang-anyangan di rumah?

Sama halnya seperti pilihan obat anyang-anyangan yang bisa dikonsumsi, cara mengatasi anyang-anyangan pun tidak bisa sembarangan. Alias tergantung pada penyebab anyang-anyangan yang Anda alami. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi anyang-anyangan:


1. Konsultasi pada spesialis urologi

Anyang-anyangan bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti ISK, tumor saluran kemih, atau batu saluran kemih. Oleh karena itu perlu konsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis urologi untuk mengetahui sebab utama terjadinya anyang-anyangan tersebut.

Jika rasa sakit saat berkemih (disuria) yang Anda rasakan dipicu karena adanya sel kanker pada saluran kemih, maka rujukan dan konsultasi pada dokter spesialis urologi juga merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi anyang-anyangan. Di sana Anda akan dipandu untuk menjalani serangkaian tes dan pengobatan lebih lanjut.

Penanganan untuk masing-masing kasus kanker juga akan berbeda, tergantung pada jenis kanker, lokasi kanker, dan tingkat keparahan kanker. Umumnya perawatan yang akan Anda dapatkan meliputi operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

2. Jaga kebersihan area organ intim

Setelah buang air kecil, terapkan untuk selalu membersihkan saluran kencing dari arah depan ke belakang. Tujuannya, untuk mengurangi perpindahan bakteri dari anus (belakang) ke saluran kencing (depan). Hindari melakukan douching atau membersihkan vagina dengan cara menyemprotkan cairan ke dalam vagina.

Meski hal-hal seperti ini lebih ditujukan untuk mengatasi anyang-anyang pada wanita, tapi tidak kalah penting untuk diterapkan oleh pria sebagai bentuk cara untuk mengatasi anyang-anyangan.

3. Berendam dalam air hangat

Disuria memang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, hingga sakit saat buang air kecil. Berendam di dalam air hangat diyakini bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman di area organ vital Anda.

4. Istirahat yang cukup

Dalam beberapa kasus, disuria bisa disertai dengan gejala demam tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Untuk itu, Anda perlu tidur dan istirahat yang cukup hingga demam dan nyeri reda.

5. Kosongkan kandung kemih

Hindari menahan keinginan untuk buang air kecil, terlebih dalam waktu yang lama. Sebaiknya ikuti keinginan alami tubuh untuk buang air kecil dan kosongkan kandung kemih Anda sampai tuntas. Cara ini lambat laun bisa bantu mengatasi anyang-anyangan pada wanita dan pria yang cukup mengganggu.

6. Makan yogurt dengan teratur

Bila rasa tidak nyaman saat buang air kecil yang Anda alami disebabkan oleh adanya infeksi jamur di area organ intim, coba atasi dengan cara makan yogurt yang mengandung ragi secara teratur. Pasalnya, yogurt bisa membantu menghentikan perkembangan infeksi jamur sekaligus mencegahnya kambuh kembali.

Yogurt juga dilengkapi dengan sumber kalsium yang baik, sehingga aman untuk mendukung perkembangan bakteri baik dalam vagina Anda sekaligus mengurangi infeksi jamur yang secara tidak langsung bisa bantu mengatasi anyang-anyangan pada wanita.

7. Patuhi anjuran dari dokter

Penting juga untuk rutin memeriksakan diri Anda ke dokter guna memantau perkembangan kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh dan mengatasi anyang-anyangan yang Anda alami. Tak lupa untuk selalu mematuhi semua petunjuk dokter, dengan tidak sembarangan minum obat ataupun mengonsumsi obat tanpa izin dan saran dari dokter.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Afif
PENGOREKSI BAHASA : Susi
DESAIN GAMBAR : Farriz

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.