Peneliti Indonesia

Ancaman Menghadapi Macan Tutul

Impala tak pernah melihat mereka mendekat. Dengan gerak cepat, macan tutul menerkam impala dari balik semak belukar dari jarak beberapa meter.Kucing ini sudah mengikuti impala itu sepanjang malam,

Ancaman Menghadapi Macan Tutul

I mpala tak pernah melihat mereka mendekat. Dengan gerak cepat, macan tutul menerkam impala dari balik semak belukar dari jarak beberapa meter.Kucing ini sudah mengikuti impala itu sepanjang malam, merayap dekat tanah dan tersembunyi di balik rumput tinggi. Sabar dan tanpa suara, macat tutul mengedap-endap mendekati buruannya hingga tiba saatnya menerkam.

 

“Kucing besar” – Klasifikasi hewan yang terdiri dari singa, macan, dan jaguar – yang paling licik ini mengikuti mangsanga dengan keanggunan seperti kucing yang lebih kecil, berjingkat diatas bantalan kaki mereka dan merayap seperti hantu di antara semak-semak sampai berjarak cukup dekat dengan mangsa. Rambut mereka yang bertotol-totol menyamarkan mereka dengan pohon, rumput, dan bayangan, membuat hewan ini hampir membuat mereka lebih banyak berburu pada malam hari. Bahkan, macan tutul begitu sulit ditangkap sehingga para ilmuwan kesulitan untuk meneliti hewan penyendiri ini.

Ketika tak bisa menemukannya, para peneliti macan tutul di beberapa bagian dunia hanya perlu mendongak. Tak ada kucing besar lain yang lebih betah berlama-lama di atas pohon dibandingkan macan tutul. Sebagian dari mereka bahkan mengaitkan ekornya ke batang pohon untuk membantu mereka berpegangan . Kucing besar ini naik ke dahan yang tinggi tak hanya untuk menyembunyikan hasil buruan mereka dari hewan pemakan bangkai atau melarikan diri dari singa-tapi juga untuk menyerang dari atas pohon, menerkam mangsa di bawah yang tak menyadari kehadiran mereka.

Dikenal karena adaptasi yang luar biasa, macan tutul memiliki jangkauan terbesar dari semua kucing besar. Meskipun demikian, ada kemungkinan kucing besar paling teraniaya di dunia.

Pada mulanya, orang berpikiran bahwa macan tutul adalah hibrida dari singa dan harimau, sehingga muncul nama “leopard” di kalangan peneliti Eropa awal. Macan tutul jawa (P. p. melas) adalah fauna identitas Jawa Barat dan termasuk hewan yang terancam punah di Indonesia. Macan tutul berukuran besar, dengan panjang tubuh antara satu sampai dua meter. Spesies ini pada umumnya memiliki bulu berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna hitam. Bintik hitam dikepalanya berukuran lebih kecil. Macan tutul betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan.

 

Daerah sebaran macan tutul adalah di benua Asia dan Afrika. Spesies ini sempat dianggap memiliki banyak anakjenis (lebih dari 30 subspesies) yang ditemukan di segala macam habitat, mulai dari hutan tropis, gurun, savanah, pegunungan dan daerah pemukiman, namun sekarang direduksi menjadi hanya sembilan setelah dilakukan pengujian molekuler.

Macan Tutul adalah hewan penyendiri, yang saling menghindari satu sama lain. Spesies ini lebih aktif di malam hari. Karena tingkat kematian anak yang tinggi, betina biasanya mempunyai satu sampai dua anak, yang tinggal bersama induknya sampai macan muda berumur sekitar antara satu setengah sampai dua tahun.

 

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Fitry
PENGOREKSI BAHASA : Nayla
DESAIN GAMBAR : latifah

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Most Viewed Posts

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.