Peneliti Indonesia

Kontroversi Alat Medis Tercanggih Medical Tricorder

M edical Tricorder adalah perangkat portabel yang dapat melakukan pemindaian yang akan digunakan oleh konsumen untuk mengetahui kondisi medis

Ataupun mendiagnosis dari seseorang dalam hitungan detik dan dapat melakukan pengukuran tanda vital dari tubuh seseorang. Ide untuk sebuah tricorder medis berawal dari sebuah perusahaan di Sillicon Valley yang bernama Scanadu. Perangkat tersebut belum dijual ke pasar bebas dikarenakan, ada banyak laporan dari ilmuwan lain dan penemu yang juga bekerja untuk menciptakan alat tersebut untuk dilakukan perbaikan.

Alat ini mampu melakukan pengukuran tanda vital kesehatan seperti tekanan darah dan suhu, dan aliran darah dengan cara non-invasif.dari data ini alat tersebut akan mendiagnosa kondisi seseorang dari setelah menganalisis data yang tersedia, baik sebagai perangkat tunggal atau alat yang mempunyai koneksi ke database medis melalui internet.

Sebuah alat yang berbentuk keping hoki yang ternyata dapat mengukur suhu Anda, detak jantung, oksimetri (oksigenasi darah), menjalankan elektrokardiogram, mengukur variabilitas detak jantung, melakukan analisis urin dan masih banyak lagi. Yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan pembacaan ini, bahkan untuk analisis urin meskipun, adalah hanya dengan menempelkan alat ini pada dahi Anda selama beberapa detik.

Kontroversi

Beberapa laporan menunjukkan bahwa mungkin ada perlawanan terhadap pengembangan alat tersebut oleh otoritas yang mengatur kesehatan nasional seperti Food and Drug Administration di Amerika Serikat, serta tantangan dari dokter yang tidak mengizinkan pasien untuk melakukan self-diagnosis. Ada pemikiran bahwa alat tersebut bisa membawa peningkatan besar dalam produktivitas dan penghematan biaya, dan memacu pasar miliaran dolar. Ada tanda-tanda bahwa lebih dari seratus perusahaan penanam modal telah menginvestasikan $ 1,1 miliar pada teknologi kesehatan digital pada tahun 2012.

Dan prediksi tahun 2014 adalah bahwa tricorders medis akan layak secara ilmiah pada tahun 2019, dan bisa diperjualbelikan bebas pada tahun 2025. Qualcomm sebuah perusahaan multinasional pernah membuat kompetisi untuk menciptakan alat diagnosis medis yang mampu mendiagnosa 30 pasien dalam 3 hari. Terdapat lebih dari 200 peserta dari 30 negara yang memperebutkan hadiah sebesar 10 juta dollar amerika. Sebuah angka yang fantastis mengingat minat mereka yang begitu besar akan sebuah alat self-diagnosis.

Ada kesepakatan bahwa perangkat medis yang diciptakan harus dapat melakukan hal berikut:

1. Mendiagnosis Penyakit
2. Memberikan tampilan metrik kesehatan pribadi yang sedang berlangsung seperti detak jantung.
3. Memantau tanda vital seseorang.
4. Konfirmasi cepat jika seseorang sehat atau tidak.

Bagaimana Alat Ini Bekerja?

Konsep dari tricorder medis adalah sebagai general scanner dengan banyak fungsi, termasuk dari pengukuran suhu seperti pada termometer digital. Pada tahun 2012, terdapat perangkat yang dikembangkan untuk para profesional medis untuk menganalisis penyakit tertentu atau melakukan pengukuran kesehatan tertentu, namun tidak ada satu alat yang mempunyai kemampuan untuk mendiagnosa semua kondisi penyakit. Tricorder scanadu dapat berfungsi sebagai alat tunggal seperti pengukuran suhu tubuh layaknya termometer digital, dan fungsi tubuh yang penting lainnya. Namun tricorder tersebut mampu melakukan berbagai fungsi gabungan.

Sebagai contoh, alat ini dimungkinkan untuk menggabungkan mikroskop berkekuatan tinggi dengan ponsel dan menggunakannya untuk menganalisis sampel swab elektronik, contoh lain yaitu pada dua elektroda yang ada di perangkat ini dapat mengukur kerja jantung dan berfungsi sebagai electrocardiagram portabel dan pengukuran tingkat glukosa seseorang dengan sampel darah sedikit. Selain itu alat ini dapat menganalisis cahaya yang terpolarisasi yang berasal dari kulit seseorang untuk mengungkapkan informasi tentang kanker atau penyembuhan luka.

Sensor yang ada dapat menilai kelainan DNA serta adanya gangguan antibodi. Sebuah pemeriksaan ultrasonik dapat dilakukan dengan memasang plug ke smartphone, yang memungkinkan untuk digunakan untuk menampilkan gambar USG. Tricorder ini dapat bekerja dengan merasakan “senyawa organik yang menguap dari tubuh kita dengan beberapa cara. Hembusan dari seseorang yang menderita pneumonia diterima dari sensor “hidung” yang terdapat pada alat ini.

Alat Lain Yang Mempunyai Fungsi Serupa

Ada laporan bahwa tricorders medis mungkin muncul dari “aplikasi medis diagnostik” via Tablet Komputer dan smartphone. Beberapa smartphone yang ada telah digunakan sebagai alat kesehatan dan aplikasi yang didownload memungkinkan kamera di ponsel untuk bertindak sebagai sensor untuk melacak jantung dan pernafasan. Salah satu ahli saraf menggunakan iPhone apps smartphone berjudul Liftpulse dan iSeismograph untuk mendiagnosa dan mengukur tremor pada pasien dengan penyakit Parkinson.

Beberapa aplikasi memanfaatkan sensor tersebut dan untuk Dokter THT menggunakan alat yang disebut otoskop untuk melihat ke dalam telinga, dan dibangun ke dalam perangkat smartphone, seperti mikrofon, kamera, GPS, accelerometer, gyroscope, magnetometer, sensor jarak, luxmeter, dan sensor suhu dan kelembaban. alat tersebut bisa dihubungkan ke iPhone.

Ada laporan dari jurnal tentang alat kesehatan bahwa sudah tersedia alat yang dikenakan pada pergelangan tangan seseorang, yang menyampaikan informasi mengenai kondisi jantung. Sungguh tidak terbayangkan sebelumnya bahwa alat-alat tersebut mampu diciptakan oleh manusia. Namun tetap dipikirkan bahwa alat tersebut diciptakan untuk screening awal dan bukan menggantikan Dokter yang ada dengan segala kemampuannya.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Mutia
PENGOREKSI BAHASA : Laras
DESAIN GAMBAR : Ammar

 

 

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.