Peneliti Indonesia

Hewan Pengendali Racun

M eerkat Anggota family garangan yang enerjik ini tidak melarikan diri kalau melihat kalajengking di dataran berdebu Afrika bagian selatan.Mereka justru memberikan perlawanan! Meerkat belajar sedari kecil bagaimana cara mengalahkan dan memakan kalajengking, cemilan favorit mereka. Meerkat dewasa akan mencabut ekor kalajengking, lalu membawa arachnida yang menggelepar-gelepar itu kembali ke liang mereka untuk latihan berburu para anggota kelompok yang masih kecil (yang disebut mob). Para murid tumbuh menjadi ahli membunuh kalajengking.

Ratel
Luwak madu adalah karnivora generalis dengan konsumsi makanan yang sangat beragam. Lebih dari enam puluh spesies mangsa tercatat dari selatan Kalahari saja. Luwak memakan sejumlah binatang kecil seperti larva serangga, kumbang, kalajengking, kadal, tikus dan burung. Mereka akan menangkap reptil besar seperti leguaan, buaya (1 meter) dan ular (3 meters) dan juga, ular kobra dan mamba hitam yang sangat berbisa dalam konsumsi mereka. Mamalia besar seperti springhare, kuskus dan rubah, srigala, kijang dan kucing liar, juga mereka tangkap. Dengan badan bak sigung berotot besar, mamalia buas dari Afrika ini punya reputasi suka berkelahi dan kebal terhadap toksin yang mampu membunuh makhluk bertubuh lebih besar.

Beberapa ratus sengatan tidak akan mencegah mereka menerjang sarang lebah madu dan melahap larvanya yang lezat. Gigitan ular biludak, kobra, dan ular mematikan lainnya tidak memperlambat langkah si ratel, berkat kulitnya yang tebal dan kekebalannya terhadap bisa.

Koala
Koala terkenal dengan penampilannya yang seperti beruang dengan tubuh kekar dan bulu dominan abu-abu dan putih pada perut bawah leher dan rambut putih panjang di ujung telinga mereka. Diadaptasi untuk hidup menghabiskan waktu di kanopi pohon yang menjadi habitat alami mereka, koala memiliki lengan depan yang panjang dengan kaki belakang lebih pendek dan kaki yang lentur untuk membantunya mencengkeram dahan dan ranting pohon dengan mudah. Koala adalah marsupial berbulu halus dan berotot yang merupakan perwakilan tersisa dari keluarga mereka di Bumi.

Koala hidup di pohon ekaliptus tidak hanya karena mereka menikmati pemandangan. Ikon alam liar Australia ini memanjat dahan-dahan untuk mengunyah pohon itu daun demi daun, menghabiskan sampai hamper satu kilogram sehari. Daun ekaliptus sangat sulit dicerna, hanya memberikan sedikit nutrisi, dan yang paling parah beracun! Koala memiliki sistem pencernaan yang secara khusus disesuaikan untuk menyerap setiap tetes energy dari dedaunan tersebut sambil menetralkan toksinnya.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Adelia
PENGOREKSI BAHASA : Nayla
DESAIN GAMBAR : latifah

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.