Peneliti Indonesia

Bisa Ular Berbahaya

M elengkung seperti pegas dengan mulut terbuka lebar dan taring dalam keadaan siap, ular cottonmouth yang marah salah satu senjata alam yang sempurna, siap menyerang dalam sekejap mata. Ditemukan melata dan berenang di rawa-rawa Amerika Serikat bagian tenggara, ular ini bukanlah yang paling mematikan di antara 375 ular berbisa di dunia, namun tetap sangat mampu membunuh. Beginilah cara Cottonmouth dan ular berbisa lainnya menyebabkan kematian mendadak.

Bisa ular dihasilkan oleh kelenjar khusus di kepala, yang terletak di persambungan antara rahang atas dan bawah. Bisa ini sama dengan kelenjar air liur manusia. Hanya saja, kelenjar ular menciptakan toksin, bukan ludah pelumas mulut. Berbeda jenis ular, berbeda pula jenis bisa yang dihasilkan.

Ular karang yang mematikan menghasilkan neurotoksin yang merusak sistem saraf, sementara cottonmouth menyuntikkan hemotoksin yang mengganggu proses pembekuan darah. Korban yang tak segera diobati bisa tewas akibat mengeluarkan darah dari setiap lubang di tubuh.

Seolah ular bergigi jarum belum cukup menakutkan, beberapa spesies kobra dapat menyemprotkan bisa mereka melebihi 2,5 m. ular peludah memiliki lubang tambahan di taring sehingga dapat menyemburkan sekaligus menyuntikkan bisa. Mereka bisa menyemprot dengan sangat akurat dan seringkali membidik mata (bisa mereka dapat menyebabkan buta sementara) kobra meludah untuk melindungi diri, bukan menyerang mangsa.

Cottonmoutth termasuk dalam jenis ular istimewa yang disebut pit viper, kelompok yang mencakup ular derik dan copperhead. Mereka mendapatkan julukan tersebut bukan karena tinggal di dalam liang (ot); jenis ular ini memiliki organ khusus pendeteksi panas di dalam liang antara lubang hidung dan mata mereka. Organ tersebut dapat mendeteksi peningkatan suhu udara sekecil apapun, memberi si ular indera keenam untuk berburu di malam hari.

Taring sebagian besar ular berbisa bekerja seperti jarum suntik yang digunakan dokter untuk menyuntik. Saat seekor ular cottonmouth menyerang, otot-otot di dekat kelenjar bisanya mendorong keluar ludah bertoksin melalui piapa kecil di taringnya, menyuntikkan bisa langsung ke dalam luka dan aliran darah korban. Cottonmouth termasuk ke dalam kelompok ular dengan taring yang terlipat ke langit-langit mulut mereka saat tidak dibutuhkan. Beberapa ular memiliki taring kaku seperti vampire, sementara yang lain mempunyai gigi berlekuk seperti seluncuran, tidak lurus seperti jarum suntik. Bisa menuruni seluncuran itu ke dalam tubuh korban ular.

Ular Paling Berbisa di Dunia, diurut berdasarkan tingkat bahayanya.
Mamba Hitam
Tempat Tinggal: Dataran dan bukit berbatu Afrika
Dinamakan berdasarkan warna hitam pada mulutnya, yang ditunjukkan saat akan menyerang, ular Afrika legendaris ini menakutkan karena dua alasan: Mereka bisa melata lebih cepat daripada kebanyakan orang berlari, dan bisanya dapat membunuh hanya dalam 20 menit jika si korban tak segera diberi penawar. Mamba hitam lebih sering melarikan diri dengan kecepatan ekstremenya daripada menyerang.
Begitu tergigit: Bisa mamba hitam menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak.

Ular Laut Belcher
Tempat Tinggal: Perairan Australia dan Samudra Hindia
Beberapa ular paling berbisa di dunia hidup di dalam laut. Ular laut Belcher berenang di perairan Australia bagian utara dan Asia Tenggara. Tetapi meskipun bisanya merupakan salah satu yang paling mematikan di dunia, ular pemalu dan jinak ini jarang menggigit manusia.
Begitu tergigit: Bisa ular laut mengandung neurotoksin yang melumpuhkan korban secara perlahan-lahan sampai mereka berhenti bernapas.

Ular Macan
Tempat Tinggal: Australia dan Tasmanis
Ular dari Australia bagian selatan ini punya bahaya ganda. Mereka menyuntikkan bisa mematikan dari taring mereka dan mengeluarkan racun dari kulit mereka. Itu menjadikan mereka salah satu dari sedikit binatang beracun sekaligus berbisa. Dengan kata lain, ular macan dapat membunuh entah saat mereka menggigit atau digigit.
Begitu tergigit: Gigitan ular macan menyebabkan badan langsung lemas, berdarah, dan gagal ginjal.

Bandotan Puspa
Tempat Tinggal: India dan Asia Tenggara
Paling mematikan diantara daftar “empat besar” empat ular yang bertanggung jawab atas kematian akibat ular paling banyak di India, jenis pit viper ini bersembunyi di rumah, gudang jerami, dan lading untuk memburu tikus. Sayangnya manusia terkadang menghalangi mereka.
Begitu tergigit: Bisa ular bandotan ini merupakan campuran toksin mematikan yang dapat menyebabkan organ berhenti bekerja.

Taipan
Tempat Tinggal: daratan Australia
Ular yang dapat melata cepat ini memiliki bisa paling bertoksin di antara semua ular darat lainnya. Setetes bisa yang lebih kecil daripada titik di akhir kalimat ini dapat membinasakan seribu tikus. Satu gigitan mengandung bisa yang cukup untuk membunuh lebih dari seratus manusia, karena itulah sebaiknya selalu mengguncang-guncangkan kantong tidur sebelum merangkak masuk dan tidur saat berkemah di Australia.
Begitu tergigit: Bisa taipan merupakan neurotoksin mematikan yang tetap berbahaya bahkan setelah 80 tahun disimpan.
Fakta: Ular derik yang baru lahir adalah bayi paling mematikan di dunia, terlahir membawa bisa di kelenjar mereka. Mereka bahkan lebih berbahaya daripada ular derik dewasa karena belum belajar bagaimana cara menahan bisa ketika memberikan gigitan peringatan.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Andi
PENGOREKSI BAHASA : Nayla
DESAIN GAMBAR : Karla

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.