Peneliti Indonesia

Maut Hitam membinasakan benua Eropa

L emah Akibat Peperangan dan Gagal Panen, Inggris Tahun 1347 M adalah Tempat yang sangat Buruk untuk Ditinggali Manusia, namun Surga bagi Kuman: bakteri, virus, dan parasite menjijikan yang menyebabkan manusia sakit. Kota-kota di Inggris yang padat, kotor, dan dipenuhi tikus adalah tempat subur bagi bakteri menular berbentuk silinder yang besarnya tak sampai seperatus ukuran seekor kutu. Sekarang, para ilmuwan menyebut bakteri itu Yersinia Pestis, tapi lebih dikenal dengan sebutan wabah pes atau, singkatnya, Maut Hitam. Wabah itu membunuh satu dari tiga orang di Eropa pada masa itu – memang sesuai, ya, dengan namanya.

Wabah Pes adalah salah satu pandemic pertama dalam sejarah: penyakit menular yang menyebar cepat ke seluruh negeri, benua, atau bahkah ke seluruh benua. Wabah ini terkenal dengan nama Maut Hitam karena gejala-gejalanya yang seram. Muncul benjolan hitam dan perih sebesar telur yang disebut bubo pada ketiak dan daerah sensitive lainnya.

Penyakit ini lalu semakin parah (sebaiknya anda tidak tahu gejala-gejala berikutnya), sampai akhirnya korban jatuh koma dan meninggal dunia. Variasi wabah ini bahkan lebih mematikan. Menyebar lewat batuk dan bersin, wabah pneumonik menginfeksi paru-paru. Wabah septikemik menginfeksi darah. Setiap orang yang tertular pasti akan mati.

Dokter zaman sekarang memiliki obat untuk menyembuhkan Maut Hitam, tapi orang-orang Eropa abad ke-14, kan tidak mengerti bakteri atau bagaimana cara penyakit menyebar. Mereka percaya wabah itu hukuman dari Tuhan, atau disebabkan bau busuk di udara (karena itulah banyak orang Eropa memakai parfum atau mendekatkan bunga ke hidung mereka). Sebenarnya, wabah pes bermula di Tiongkok, lo. Wabah ini dibawa oleh kutu yang menempel pada tikus. Tikus bersembunyi di dalam kapal dagang yang singgah di pelabuhan-pelabuhan Eropa.

Begitu hewan-hewan pengerat ini sampai di desa dan kota, kutu-kutu itu melompat ke manusia, menggigit mereka dan dengan cepat menyebarkan infeksi. Warga yang ketakutan sampai tinggal di saluran pembuangan supaya terhindar dari wabah (tapi tidak berhasil).

Penyakit Mematikan Lainnya …

  • Pandemi flu tahun 1918 membunuh sebanyak 100 juta orang di seluruh dunia (virusnya lebih berbahaya daripada virus zaman sekarang).
  • Penaklukan bangsa Spanyol atas Dunia Baru pada abad ke-15 menyebarkan cacar, penyakit sangat menular yang membunuh lebih dari sepertiga populasi penduduk pribumi Amerika. Pada abad ke-20, cacar menyebabkan kematian lebih dari 300 juta orang sampai akhirnya vaksinasi melenyapkan virus-virus yang bertanggung jawab atas penyakit tersebut.
  • Sampai dokter menciptakan vaksin yang melenyapkannya pada 1950-an, polio merupakan penyakit mengerikan yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

Penanganan wabah pes saat itu bermacam-macam, dari yang berbahaya sampai yang konyol. Ada yang memakan gilingan batu zamrud, atau mandi dengan air kencing, atau menggosok benjolan mereka dengan ekor ayam yang sudah dicabuti bulunya. Tentunya enggak ada yang berhasil . Andai dokter zaman pertengahan dulu menggunakan tongkat besi pengeduk arang yang panas untuk memecahkan benjolan berisi darah dan nanah itu, sang pasien mungkin akan sembuh. Cara penanganan ini menjadi lebih umum saat wabah itu terjadi pada 1361.

Tapi cara itu tetap tak bisa mencegah wabah pes membinasakan Eropa beberapa kali lagi sampai pertengahan abad ke-19. Pada 1665 saja, satu dari enam orang di London meninggal akibat Maut Hitam. Sebelum ilmu kedokteran menemukan obat antibiotic untuk memerangi bakteri wabah tersebut, satu-satunya cara penyembuhan yang manjur adalah pengasingan. Keluarga yang terinfeksi akan mengunci dan menandai pintu rumah mereka dengan salib hitam, biasanya dengan tulisan “Tuhan, kasihinilah kami.”

Fakta Fatal
Salah satu pekerjaan terburuk di kota London pada abad ke-17 adalah “pencari orang mati”. Tugas mereka itu mendatangi setiap rumah dan membawa pergi korban-korban wabah. Benar-benar pekerjaan maut!

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Adelia
PENGOREKSI BAHASA : Nayla
DESAIN GAMBAR : latifah

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.