Peneliti Indonesia

Fakta Dibalik Reptil Menakutkan

B inatang buas ini bersembunyi di bawah permukaan keruh sungai, rawa-rawa, dan laut di seluruh daerah tropis di dunia.
Dulu, binatang ini pernah memburu dinosaurus. Sekarang binatang ini meringkuk menunggu hewan malang mana pun, gnu, rusa, bayi kuda nil, manusia, yang melangkah terlalu dekat dengan batas air. Dan saat binatang buas ini mendompakkan kepalanya yang berisik. Hanya sedikit makhluk yang sanggup melarikan diri dari rahangnya, yang terkuat di antara semua binatang hidup.

Crocodilia kelompok reptile yang mencakup buaya dan alligator, merupakan mesin pembunuh efisien, kemampuan mereka terasah selama 85 juta tahun evolusi. Mereka dianggap “pemangsa penerkam” karena kebiasaan mereka merayap di dangkalan, menahan napas lebih daripada satu jam dan menunggu mangsa lewat. Binatang buas ini kemudian menggunakan ekor yang sangat kuat untuk melompat dari dalam air, menangkap dengan rahangnya yang bak penjepit, lalu menyeret korban ke dalam air sampai tenggelam. Mangsa buaya tak pernah tahu akan diserang.

Tiga Crocodilia Mematikan

Aligator Amerika
Umumnya hidup di rawa-rawa, sungai, dan danau di bagian selatan dari Amerika Serikat, reptile berisik ini memiliki moncong yang lebih pendek dan lebih bulat daripada sepupu mereka, buaya. Meski lebih jinak daripada buaya, alligator tetap berbahaya dan pernah menyerang manusia.

Buaya Sungai Nil
Crocodilia Afrika yang luar biasa besar ini terkenal senang memakan gnu yang berlari menyebrangi Sungai Nil pada musim migrasi. Buaya Sungai Nil bisa menahan napas di bawah air selama dua jam, menunggu untuk menyerang mangsa mereka. Mereka bertanggung jawab atas tewasnya 200 orang setiap tahun.

Buaya Muara
Yang terbesar di antara semua crocodilian, si “salty” ini berkeliaran di perairan India bagian timur, Asia Tenggara, dan Australia bagian utara. Mereka pernah terlihat berada jauh di lautan dan diketahui pernah menyerang manusia dan bahkan hiu.
Seekor “salty” bernama Lolong merupakan buaya muara terbesar yang pernah ditangkap hidup-hidup. Lebih dari 6 m panjangnya dan 1.075 kg beratnya yang terdiri atas otot, gigi, dan kulit berduri, Lolong diduga membunuh dua orang Filipina.

Tak disangka
Linsang sungai yang lapar di Florida ini tahu bagaimana cara membunuh alligator sepanjang 1,5 m, yaitu dengan menggigit tengkuknya.
Seekor ular sanca zaitun sepanjang 3,5 m di Autralia menelan seekor buaya sepanjang 1 m setelah melilitnya sampai mati. Ular ini lebih sukses daripada seekor ular sanca sepanjang 4 m yang meledak setelah mencoba memakan seekor alligator sepanjang 2 m di daerah Everglades Negara bagian Florida pada 2006.

Teman Binatang Buas
Tidak semua buaya adalah pembunuh. Giberto “Chito” Shedden menjalin pertemanan seumur hidup saat dia menemukan seekor buaya terluka (mata binatang itu tertembak) di tepi sungai di Kosta Rika pada 1989 dan merawatnya sampai sehat kembali. Chito menamai si buaya Pocho, dan tak lama kemudian dia mulai berenang bersama teman bertaringnya yang menakutkan itu. Banyak orang berkumpul untuk menonton keduanya bermain-main di air. Pocho akhirnya tumbuh sampai sepanjang 5 m sebelum akhirnya mati karena usia tua pada 2011. Orang-orang dari seluruh Kosta Rika menghadiri pemakan Pocho.

SUMBER

Partisipasi dalam persiapan Artikel ini :
PENERJEMAH : Ismail
PENGOREKSI ILMIAH : Tomi
PENGOREKSI BAHASA : Tuti. W
DESAIN GAMBAR : Pranaja

 

 

 

 

 

 

Tambahkan komentar

Follow us

Jangan malulah, hubungi. Kami senang bertemu dengan orang yang menarik dan mencari teman baru.